• Terbaru
  • Populer

Ketika Susastra Bicara (?)

9 September 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Ketika Susastra Bicara (?)

Bagus Dilla Ditulis oleh Bagus Dilla
9 September 2022
dalam Sejarah dan Sastra
| Waktu baca 2 menit
A A
139
VIEWS

Efek Sebagian Besar Penduduk Pindah ke Kota

Semula aku mulai tak percaya, kalau rakyat masih memiliki kedaulatan. Teknik teknik demonstrasi ala mahasiswa dan buruh sudah tidak efektif lagi akan membawa perubahan seperti pada masa masa yang lalu ketika media massa masih terbatas dan tak jarang dibredel. Oh, ya, bredel itu istilah dulu, kalau sekarang sering dipakai kata “take down”. Ketidakpercayaan itu muncul karena masyarakat sekarang cenderung “mager” alias malas gerak, juga melalui media sosial sepertinya lebih bebas untuk menyuarakan suara kehendak. Di samping, risiko di lapangan akan jauh lebih berbahaya akibat hujan dan panas. Belum lagi kalau lapar melanda.

Pesimisme teman berkata, “Nanti, kalau keadaan politik dan ekonomi mulai membaik, barangkali penulis dan literasi juga akan membaik. Sekarang, memang tidak sedang baik baik saja.” Dan, seorang bijak juga berkata, “Tanda tanda baiknya zaman, salah satunya adalah baiknya literasi.”

ArtikelLainnya

Kenangan Singkat Bersama Ahmad Tohari

7 September 2022
141

Prostitusi: Kemiskinan ataukah Gaya Hidup?

26 Agustus 2022
146

Ada Hantu Bondong di Tempatku

25 Agustus 2022
138

Pesantren dan Selebritas Intelektual (Bagian Empat)

25 Agustus 2022
137
Tampilkan Yang Lain

Sama sama pesimis, aku coba menolak dua argumen tersebut, kalau literasi akan baik manakala situasi memang karut marut semacam ini. Lebih pesimis, bukan?

Ya, baiknya ekonomi itu relatif. Baik dari segi apanya? Tuturku. Sebab, almarhum Bapak dulu pernah bilang, “Sesulit sulitnya zaman sekarang, rakyat masih bisa makan. Kalau dulu, krisis berarti memang tidak bisa makan. Beras tidak ada. Masyarakat makan gadung!”

“Kalau dulu, Bapakmu menanam padi di sawah pagi, sorenya sudah pasti hilang,” kata paman, adik sepupu Bapak.

Aku terdiam, menyimak. Aku tak mampu menangkap, zaman Bapak dulu yang dicari cari orang apa? Barangkali rebutan benih padi itu karena mahal nilainya. Kalau sekarang, setiap orang yang kujumpai mereka bertanya, “Ada uang, nggak?” Begitu kuat tekanan moneter di beban pundaknya. Beda orang orang dulu dan sekarang. Kalau dulu makan nasi, sekarang makan uang.

“Dari kesulitan pula, memunculkan orang orang hebat yang mampu bertahan hidup,” lanjut Bapak. Ia kemudian mengingatkan dan menunjukkan beberapa tokoh.

Argumen Bapak itu  tidak salah. Pemimpin politik dunia rata rata juga demikian seperti Adolf Hitler yang jarang tersenyum dan memiliki masa lalu yang suram. Tapi, Bapak memang tidak ingin ramah pada kenyataan. Meskipun, tidak sedikit orang yang datang berlindung kepadanya.

Kembali kepada susastra, karya karya bagus memang lahir dari perut yang lapar. Di saat, semua orang bisa merasakan hal yang sama. Seperti kata paradai, “Berpuasa di bulan Ramadhan agar kita sama merasakan lapar bagi mereka yang kelaparan.” Menulis itu harus lapar!

Saat ini, bagiku, tidak ada susastra yang benar benar dapat merasuk ke dalam relung hati dan pikiran pembaca. Di samping, arus media yang begitu deras. Setiap hitungan detik menghadirkan berita berita menarik, tumpang tindih. Atau, karena ditulis dalam kondisi perut yang kenyang sehingga tidak lagi merasuk. Entahlah!

Kini, masyarakat mulai memilih hidup di kota yang menggantungkan hidup dengan serba uang. Di desa pun telah menjadi kota. Semua kebutuhan diukur serba uang. Saudara saudaraku mulai panik kalau mereka lupa masih punya sawah, kolam, sepertinya tidak bicara uang, kiamat!

Tag/kata kunci: Susastra
Artikel sebelumnya

Ketika Harus Ikhlas Sejak Awal

Artikel berikutnya

Budaya dan Diamnya Kaum Akademisi

Bagus Dilla

Bagus Dilla

*A writer and culture activities*

Artikel Lainnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Tiga)

24 Agustus 2022
141

Akar Sejarah Intelektual Pesantren Disiplin keilmuan pesantren memiliki perbedaan dengan disiplin keilmuan pada umumnya. Disiplin keilmuan pesantren memiliki ciri-ciri: 1) transfomastif;...

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Dua)

20 Agustus 2022
147

Masyarakat Turats Sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran, pesantren telah melahirkan banyak pelajar, baik melalui metode  warisan (turats) atau metode yang telah...

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Satu)

20 Agustus 2022
170

Pendahuluan Berbicara tentang pesantren sama seperti tentang diri sendiri. Sesuatu yang sebenarnya tidak asing. Karena, pesantren hidup dan tumbuh dari kedirian...

Selanjutnya

Beberapa Penerbit Tak Bayar Royalti Penulis

20 Agustus 2022
141

Ada sebagian kelompok yang memang memiliki niatan baik untuk mengangkat harkat dan derajat penulis di Indonesia. Sehingga penulis tetap bisa eksis...

Selanjutnya

Keluarga Pak Salim

19 Agustus 2022
164

Kesederhanaan Pak Salim Akhir-akhir ini, sedang viral nama keluarga Pak Salim yang kebetulan berdomisili di kota kecil, tempat kami tinggal. Tepatnya,...

Selanjutnya

Joko Tingkir Ngombe Dawet

18 Agustus 2022
143

Mungkin, kalimat yang lebih tepat adalah “Joko Tingkir Unjukan Dawet”. Jaka Tingkir minum Dawet. Apa yang salah? Tidak ada yang salah....

Selanjutnya

Ludruk: Jenis Seni Drama Jawa Timuran

18 Agustus 2022
175

Ada yang bertanya, “Sejak kapankah kesenian ludruk mulai dikenal di Jawa Timur?” Tentu, sebagai salah satu corak kesenian, ludruk mulai dikenal...

Selanjutnya

Diri yang Mendamaikan Dunia

17 Agustus 2022
140

Tema yang diangkat adalah tentang diri. Diri dan jati adalah dua dimensi yang bisa sama, juga bisa berbeda entitasnya. Perlu kecermatan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Budaya dan Diamnya Kaum Akademisi

Dapatkah Menghilangkan Mental Buruh?

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply