• Terbaru
  • Populer

30 September Malam

1 Oktober 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (I)

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

30 September Malam

Redaksi Ditulis oleh Redaksi
1 Oktober 2022
dalam Sejarah dan Sastra
| Waktu baca 2 menit
A A
137
VIEWS

Rasanya tak lazim semalam. Ada yang aneh. Sejak beberapa hari sebelumnya, atau malah dari sebulan yang lalu, saya tidak merasakan hingar bingar aroma “ritual pertunjukan” bangsa ini di setiap akhir September.

Atau mungkin saya yang tidak memerhatikan keriuhan gairah untuk menayangkan kembali film “G-30S PKI” atau demo antikomunisme yang seringkali banal dan palsu itu. Yang banyak muncul dan diberitakan kemarin, konon tentang “pengkhianatan rezim” terkait BBM dan HAM. Entahlah…

ArtikelLainnya

Kenangan Singkat Bersama Ahmad Tohari

7 September 2022
142

Prostitusi: Kemiskinan ataukah Gaya Hidup?

26 Agustus 2022
147

Ada Hantu Bondong di Tempatku

25 Agustus 2022
138

Pesantren dan Selebritas Intelektual (Bagian Empat)

25 Agustus 2022
137
Tampilkan Yang Lain

Wacana atau diskursus perihal tragedi 65 itu, seiring waktu, memang mengalami perubahan. Dulu, ketika kelas 2 SMP, kami dipaksa untuk nonton film berdurasi panjang tersebut. Benar-benar pengalaman traumatis, membekas, dan ngilu. Hingga hari ini, saya tak pernah sudi menonton film itu lagi. Hanya cuplikan-cuplikan singkat, itupun jika situasi tak terelakkan.

Hegemoni nalar dan psikis, juga modus teror, maupun penebaran-penanaman ketakutan kepada generasi saya, terbukti berhasil. Banyak adegan di film itu yang hampir mustahil saya lupakan. Mengendap, menempel, menjadi kerak hitam ingatan, bahkan kesadaran.

Sementara itu, pada perkembangannya, sangat banyak riset atau penelitian, kajian, analisis, kesaksian, maupun bukti-bukti baru: bahwa tragedi berdarah tersadis dengan korban terbanyak dalam sejarah bangsa ini, tak pelak merupakan suatu rekayasa besar antarpihak yang sama-sama rela menumpahkan lautan anyir darah, pencerabutan nyawa semena-mena, meluluhlantakkan ikatan kemanusiaan, menghapus dan mengabaikan hukum keadilan. Di benak bayangan saya: beberapa ular besar saling membelit, menggigit, memagut, sambil menguntal korban-korban di antara mereka. Dengan ekor-ekornya, ular-ular itu menulis sejarah bertinta darah. Isinya? Tentang betapa bangganya, betapa tega dan biadabnya diri sang ular masing-masing!

Sebagai gantinya, lantas apa yang kami nikmati di 30 September malam kemarin?

Sebuah janji untuk bertemu, datang dari beberapa sahabat. Niat dan tujuannya jelas dari awal: membincang budaya, seni, khususnya sastra. Dan Alhamdulillah – Puji Tuhan, hajat kecil ini terwujud.

Karena sadar sepenuhnya, bahwa masing-masing kami bukanlah maestro besar di kehidupan jagad sastra, maka perbincangan (pun pergunjingan) mengalir, melewati arus kecil dan ceruk-ceruk aliran sungai seni-budaya sastra seadanya. Semampunya.

Obrolan ini laksana menikmati kenduri dengan lauk aneka ragam dari kebun yang kami miliki. Mencecap dan saling berbagi kisah-kisah tentang kalangwan, pujangga, sastrawan, penyair, krititikus sastra, penulis, penghayat, penggerak, peminat, juga pemerhati susastra.

Ada hidangan genre, gaya, aliran, teori, sejarah, periodesasi, serta rumus atau patokan-patokan karya sastra, seperti yang dipakemkan di macapat, gurindam, dan lain-lain. Terbukti patok-patok, rambu-rambu, semua aturan itu tidak memenjarakan para penciptanya dalam batas atau sekat yang mengikat. Karya-karya sastra klasik-lama, tradisional, kuna, justru memancarkan cahya begitu benderang nan abadi.

Kami mengunyah dan menapakjejaki keragaman ide, imajinasi, lompatan pemikiran –tentunya dalam batas-batas perabaan kami– dari para dewa sastra: Chairil, Subagyo, Sapardi, Surendra, Sutarji, Budi Darma, Umar Khayam, Seno Gumira, dan lainnya. Juga menyinggung Attar, Umberto, Hemingway, Sartre, Toelkin, Rowling, maupun Dan Brown.

Ada kegamangan. Keraguan. Ketidaktahuan. Keterbatasan. Selain spirit dan semangat.

Apa yang dihasilkan, yang dirumuskan? Sederhana: ajakan bersama-sama untuk bergerak, mencipta, berkarya dalam sastra. Namun kita paham, yang sederhana itu adalah yang paling sulit untuk dilakukan.

Hanya saja, bukankah kita harus tetap berjalan dan memilih serta menentukan takdir kita sendiri? Bukankah kita tetap harus bertahan dan memilih untuk terus belajar hingga usai hayat kita?

Setidaknya, di 30 September malam, kami memilih takdir untuk tidak larut –sebaliknya menolak-melawan– dari hegemoni menikmati bau mayat yang ditebarkan di media oleh beberapa jiwa yang penuh hasrat kekuasaan.

Terbukti. Lebih nikmat kenduri budaya. Ketimbang melahap sajian ciptaan ORBA.

Tabik.
30 September 2022

Diangkat dari tulisan Iskak Wijaya

Tag/kata kunci: 30 September
Artikel sebelumnya

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

Artikel berikutnya

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

Redaksi

Redaksi

Artikel Lainnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Tiga)

24 Agustus 2022
143

Akar Sejarah Intelektual Pesantren Disiplin keilmuan pesantren memiliki perbedaan dengan disiplin keilmuan pada umumnya. Disiplin keilmuan pesantren memiliki ciri-ciri: 1) transfomastif;...

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Dua)

20 Agustus 2022
148

Masyarakat Turats Sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran, pesantren telah melahirkan banyak pelajar, baik melalui metode  warisan (turats) atau metode yang telah...

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Satu)

20 Agustus 2022
185

Pendahuluan Berbicara tentang pesantren sama seperti tentang diri sendiri. Sesuatu yang sebenarnya tidak asing. Karena, pesantren hidup dan tumbuh dari kedirian...

Selanjutnya

Beberapa Penerbit Tak Bayar Royalti Penulis

20 Agustus 2022
142

Ada sebagian kelompok yang memang memiliki niatan baik untuk mengangkat harkat dan derajat penulis di Indonesia. Sehingga penulis tetap bisa eksis...

Selanjutnya

Keluarga Pak Salim

19 Agustus 2022
164

Kesederhanaan Pak Salim Akhir-akhir ini, sedang viral nama keluarga Pak Salim yang kebetulan berdomisili di kota kecil, tempat kami tinggal. Tepatnya,...

Selanjutnya

Joko Tingkir Ngombe Dawet

18 Agustus 2022
144

Mungkin, kalimat yang lebih tepat adalah “Joko Tingkir Unjukan Dawet”. Jaka Tingkir minum Dawet. Apa yang salah? Tidak ada yang salah....

Selanjutnya

Ludruk: Jenis Seni Drama Jawa Timuran

18 Agustus 2022
176

Ada yang bertanya, “Sejak kapankah kesenian ludruk mulai dikenal di Jawa Timur?” Tentu, sebagai salah satu corak kesenian, ludruk mulai dikenal...

Selanjutnya

Diri yang Mendamaikan Dunia

17 Agustus 2022
142

Tema yang diangkat adalah tentang diri. Diri dan jati adalah dua dimensi yang bisa sama, juga bisa berbeda entitasnya. Perlu kecermatan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply