• Terbaru
  • Populer

Pesantren dan Selebritas Intelektual (Bagian Empat)

25 Agustus 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 19 Juni 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Pesantren dan Selebritas Intelektual (Bagian Empat)

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
25 Agustus 2022
dalam Sejarah dan Sastra
| Waktu baca 2 menit
A A
137
VIEWS

Pembatasan Pembatasan Belanda

Dalam tulisan Zamakhsyari Dhofier (2011) disebutkan: Belanda telah memberi pembatasan pembatasan terhadap Islam sejak kedatangannya hingga abad ke-19. Belanda memberikan identifikasi pada kaum santri. Di sini, Dhofier memberikan proposisi proposisi: pertama, Islam menyebar di seluruh Indonesia melalui proses yang tidak mudah. Ada tantangan tantangan, tahapan tahapan, dan dilakukan sendiri oleh bangsa Indonesia secara internal. Dengan kata lain, Islam dipeluk oleh sebagian besar masyarakat bangsa Nusantara dengan secara sukarela, bukan karena dorongan Islamisasi. Mengutip dari Riecklefs, tahapan tersebut terbagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pengislaman 90 persen orang Indonesia dari pertengahan abad ke-15 hingga selesai pada abad ke-16. Gelombang kedua adalah pemantapan menyadari dan mengamalkan kewajiban Islam. Proses ini tidak pernah selesai. Kedua, pembatasan pembatasan yang dilakukan oleh Belanda telah mempersulit aktivitas kiai sebagai kekuatan sosial, budaya, dan politik, karena para kiai kemudian tidak dapat memainkan peranannya di dunia politik perkotaan dan berpindah ke desa desa dengan membangun pesantren. Ketiga, karena perdagangan dimonopoli oleh Belanda, perdagangan kemudian diambil alih oleh para pengajar pesantren yang merangkap sebagai petani dan pemilik sawah. Keempat, tindakan persuasif gerakan kiai kiai desa lebih mudah melakukan perubahan sosial. Pesantren menjadi sarana menyebarkan dan memantapkan ajaran Islam.

Dengan demikian, eksistensi kaum santri telah ditegasi oleh kehadiran Belanda. Dalam hal kaitan intelektual pesantren, pembatasan Belanda tersebut sangat berpengaruh bagi kelangsungan dan munculnya identifikasi kaum santri sebagai pihak yang cenderung anti pemerintah, juga antikalangan yang tidak seide dengan mereka, karena lebih cemerlang dalam penguasaan keilmuan dan profesionalitas. Kaum santri justeru memanfaatkan situasi perubahan tersebut, di satu sisi tersingkir dari pusat kegiatan kekuasaan dan perkotaan, namun memberi peluang membangun basis di pedesaan di sisi yang lain.

ArtikelLainnya

Ketika Harus Ikhlas Sejak Awal

8 September 2022
139

Kenangan Singkat Bersama Ahmad Tohari

7 September 2022
142

Prostitusi: Kemiskinan ataukah Gaya Hidup?

26 Agustus 2022
147

Ada Hantu Bondong di Tempatku

25 Agustus 2022
138
Tampilkan Yang Lain

Dampak dari pembatasan pembatasan yang dilakukan oleh Belanda dinilai oleh Dhofier telah menurunkan minat kaum muslimin menduduki posisi posisi strategis di pemerintahan. Hal demikian memberi peluang kaum muslimin melakukan perlawanan kultural dan politik dengan mendirikan pesantren pesantren di desa desa. Dengan kata lain, pergeseran keilmuan yang semula berpusat di lingkaran kekuasaan bergeser ke arah ke pedesaan dengan kiai sebagai figur sentral.

Kasus Raden Mas Sandiyo atau Kiai Nur Iman Mlangi adalah salah satu putera mahkota yang mengundurkan diri dan menyerahkan tahta kekuasaannya kepada adiknya untuk menjadi Raja di keraton Ngayogyakarta. Sang putera mahkota ini sengaja menghindar dari konflik istana setelah perjanjian Giyanti yang memisahkan antara keraton Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Ngayogyakarta. Raden Mas Sandiyo kemudian mendirikan pesantren di Masjid Patok Negara di Mlangi, bagian barat keraton Kesultanan Ngayogyakarta.

Tag/kata kunci: Belandapesantren
Artikel sebelumnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Tiga)

Artikel berikutnya

Tipologi Pesantren (Bagian Satu)

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Tiga)

24 Agustus 2022
143

Akar Sejarah Intelektual Pesantren Disiplin keilmuan pesantren memiliki perbedaan dengan disiplin keilmuan pada umumnya. Disiplin keilmuan pesantren memiliki ciri-ciri: 1) transfomastif;...

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Dua)

20 Agustus 2022
148

Masyarakat Turats Sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran, pesantren telah melahirkan banyak pelajar, baik melalui metode  warisan (turats) atau metode yang telah...

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Satu)

20 Agustus 2022
186

Pendahuluan Berbicara tentang pesantren sama seperti tentang diri sendiri. Sesuatu yang sebenarnya tidak asing. Karena, pesantren hidup dan tumbuh dari kedirian...

Selanjutnya

Beberapa Penerbit Tak Bayar Royalti Penulis

20 Agustus 2022
142

Ada sebagian kelompok yang memang memiliki niatan baik untuk mengangkat harkat dan derajat penulis di Indonesia. Sehingga penulis tetap bisa eksis...

Selanjutnya

Keluarga Pak Salim

19 Agustus 2022
164

Kesederhanaan Pak Salim Akhir-akhir ini, sedang viral nama keluarga Pak Salim yang kebetulan berdomisili di kota kecil, tempat kami tinggal. Tepatnya,...

Selanjutnya

Joko Tingkir Ngombe Dawet

18 Agustus 2022
144

Mungkin, kalimat yang lebih tepat adalah “Joko Tingkir Unjukan Dawet”. Jaka Tingkir minum Dawet. Apa yang salah? Tidak ada yang salah....

Selanjutnya

Ludruk: Jenis Seni Drama Jawa Timuran

18 Agustus 2022
176

Ada yang bertanya, “Sejak kapankah kesenian ludruk mulai dikenal di Jawa Timur?” Tentu, sebagai salah satu corak kesenian, ludruk mulai dikenal...

Selanjutnya

Diri yang Mendamaikan Dunia

17 Agustus 2022
142

Tema yang diangkat adalah tentang diri. Diri dan jati adalah dua dimensi yang bisa sama, juga bisa berbeda entitasnya. Perlu kecermatan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Tipologi Pesantren (Bagian Satu)

Amplop Kiai dan Korupsi

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply