• Terbaru
  • Populer

Prostitusi: Kemiskinan ataukah Gaya Hidup?

26 Agustus 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 19 Juni 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Prostitusi: Kemiskinan ataukah Gaya Hidup?

Jatim Net26 Ditulis oleh Jatim Net26
26 Agustus 2022
dalam Sejarah dan Sastra
| Waktu baca 2 menit
A A
147
VIEWS

Mereka Hadir Sebagai Pelengkap

Teman bilang, kalau ingin melihat realitas, lihatlah perkampungan lokalisasi. Di sana, kemiskinan akan tergambar jelas. Mereka tidak bisa digambarkan dengan imajinasi imajinasi, apalagi tentang akhirat yang abstrak! Bagi mereka, mungkin, hari akhir hanya ada pada imajinasi imajinasi agama. Untuk menakut nakuti saja agar orang orang tidak berbuat seperti itu. Mereka berpikir, yang dibutuhkan adalah mencukupi kebutuhan hidup sehari hari dengan tanpa gaji selayaknya pegawai tetap atau nontetap (magang). Mereka tidak memiliki gaji tetap itu. Mereka hanya berharap setiap hari “ada tamu” yang mampir dan memberi rezeki. Tamu tamu itu akan dilayani semampu mereka mengeluarkan uang, karena tamu tamu itu hidup dari penghasilan yang pas pasan pula sebagai buruh pabrik atau pekerja kasar lainnya. Mereka tidak membayangkan tamu tamu itu berasal dari kalangan berdasi. Berdasi pula, paling hanya sebatas gaya saja. Tidak membawa uang banyak. Bagi mereka, sehari dapat seorang tamu sudah sangat bersyukur, karena persaingan di antara mereka juga sangat ketat. Mereka harus berbagi di antara sesama mereka pada bab rezeki ini. Aneh bukan berbicara bab rezeki di arena lokalisasi?

Demikian, kata teman, kemiskinan bisa memacu mereka berbuat demikian turun temurun. Karena sudah menjadi profesi selayak profesi profesi lain sebagai tukang batu atau tukang kayu. Meskipun, mereka juga sadar akan risiko kekerasan karena persaingan. Atau, penyakit karena sering berganti pasangan. Sekira dari zaman ke zaman, prostitusi selalu ada. Seorang penulis buku tentang “Dolly”, sebuah kompleks lokalisasi terkenal sejak zaman Belanda yang sekarang sudah ditutup, menyebutkan: prostitusi adalah profesi tertua, setua usia sejarah manusia. demikian kira kira yang dituangkan oleh si penulis pada pembukaan bukunya. Dan, prostitusi selalu menjadi objek penting dalam studi studi sosial dan patologi patologinya.

ArtikelLainnya

Ketika Harus Ikhlas Sejak Awal

8 September 2022
139

Kenangan Singkat Bersama Ahmad Tohari

7 September 2022
142

Ada Hantu Bondong di Tempatku

25 Agustus 2022
138

Pesantren dan Selebritas Intelektual (Bagian Empat)

25 Agustus 2022
137
Tampilkan Yang Lain

Tapi, kemiskinan bukan satu satunya faktor munculnya prostitusi. Bisa lebih tepat, mungkin, bisa disebut sebagai hasrat dan naluri. Atau, karena ketegangan ketegangan masalah yang tak dapat dihindari. “Prostitusi” (dengan tanda petik) bagi Sebagian orang bisa dikatakan sebagai gaya hidup pada zaman sekarang, meskipun memiliki sifat dasarnya sebagai pelengkap. Pelengkap dalam menyelesaikan ketegangan ketegangan karena mendapat tekanan tekanan tugas yang berat. Dapat dibayangkan, seorang yang dihadapkan kepada tugas yang sangat berat karena belum masanya mengemban tugas berat tersebut menjadi histeria. Penyelesaian penyelesaian sesaat dibutuhkan untuk melampiaskan hasrat dan ketegangan ketegangan dan ancaman ancaman pada dirinya. Sehat tidaknya tergantung ia melampaui ketegangan ketegangan yang menghinggapinya.

Jika di sekitar stasiun stasiun keretaapi dan terminal terminal pangkalan truk banyak tumbuh prostitusi tidak resmi, tidak semata karena faktor kemiskinan, bisa jadi karena kebutuhan untuk melengkapi.

Kebutuhan untuk pelengkap ini bisa jadi karena kemiskinan sudah terlampaui. Artinya, kebutuhan kebutuhan mulai dari beli pulsa, makan sehari hari, tempat tinggal, belanja, dan keluarga sudah selesai. Mereka hadir di suatu tempat untuk melengkapi dalam menyelesaikan atau memberi penyaluran bagi beban Hasrat Hasrat yang tertekan. Dapat dibayangkan, betapa penat kerja di kota kota besar, mulai dari stres menghadapi kemacetan, perjalanan yang tidak aman, serta kebisingan kebisingan suara. Jika tidak dihadapi dengan ketenangan, maka akan cepat menjadi sebab sebab kehancuran. Mereka menganggap keruhanian sebagai jalan proses, padahal mereka membutuhkan jalan pintas untuk mempercepat kerja kerja mereka. Maka, kebutuhan kebutuhan pelengkap itu sudah menjadi keniscayaan. Mereka butuh untuk sebuah penguraian akibat stres. Cepat dan tuntas!

Tag/kata kunci: Dollyprostitusi
Artikel sebelumnya

Tipologi Pesantren (Bagian Dua)

Artikel berikutnya

Jejak Simbah Raden Nalajaya (Bagian Satu)

Jatim Net26

Jatim Net26

Artikel Lainnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Tiga)

24 Agustus 2022
143

Akar Sejarah Intelektual Pesantren Disiplin keilmuan pesantren memiliki perbedaan dengan disiplin keilmuan pada umumnya. Disiplin keilmuan pesantren memiliki ciri-ciri: 1) transfomastif;...

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Dua)

20 Agustus 2022
148

Masyarakat Turats Sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran, pesantren telah melahirkan banyak pelajar, baik melalui metode  warisan (turats) atau metode yang telah...

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Satu)

20 Agustus 2022
186

Pendahuluan Berbicara tentang pesantren sama seperti tentang diri sendiri. Sesuatu yang sebenarnya tidak asing. Karena, pesantren hidup dan tumbuh dari kedirian...

Selanjutnya

Beberapa Penerbit Tak Bayar Royalti Penulis

20 Agustus 2022
142

Ada sebagian kelompok yang memang memiliki niatan baik untuk mengangkat harkat dan derajat penulis di Indonesia. Sehingga penulis tetap bisa eksis...

Selanjutnya

Keluarga Pak Salim

19 Agustus 2022
164

Kesederhanaan Pak Salim Akhir-akhir ini, sedang viral nama keluarga Pak Salim yang kebetulan berdomisili di kota kecil, tempat kami tinggal. Tepatnya,...

Selanjutnya

Joko Tingkir Ngombe Dawet

18 Agustus 2022
144

Mungkin, kalimat yang lebih tepat adalah “Joko Tingkir Unjukan Dawet”. Jaka Tingkir minum Dawet. Apa yang salah? Tidak ada yang salah....

Selanjutnya

Ludruk: Jenis Seni Drama Jawa Timuran

18 Agustus 2022
176

Ada yang bertanya, “Sejak kapankah kesenian ludruk mulai dikenal di Jawa Timur?” Tentu, sebagai salah satu corak kesenian, ludruk mulai dikenal...

Selanjutnya

Diri yang Mendamaikan Dunia

17 Agustus 2022
142

Tema yang diangkat adalah tentang diri. Diri dan jati adalah dua dimensi yang bisa sama, juga bisa berbeda entitasnya. Perlu kecermatan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Jejak Simbah Raden Nalajaya (Bagian Satu)

Jejak Simbah Raden Nalajaya (Bagian Dua)

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply