• Terbaru
  • Populer

Refleksi 17 Agustus 2022: Mencintai Edususastra di Indonesia

16 Agustus 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Rabu, 17 Juni 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Refleksi 17 Agustus 2022: Mencintai Edususastra di Indonesia

Bagus Dilla Ditulis oleh Bagus Dilla
16 Agustus 2022
dalam Sejarah dan Sastra
| Waktu baca 2 menit
A A
155
VIEWS

Sekarang ini gerakan literasi meluas melampaui soal aksara (letters). Soal-soal budaya dan media audio-visual dan elektronik masuk dalam wilayah gerakan itu. Dukungan dari pihak pemerintah maupun swasta relatif besar baik secara finansial maupun moral. Tidak sedikit tenaga terkuras untuk menjalani proses ke arah pencapaian kemampuan masyarakat untuk melek aksara, budaya, dan media. Tentu kemampuan untuk melek itu dimaksudkan agar masyarakat dapat mengenali mana info yang benar dan mana yang salah. Namun ada satu cara yang paling mudah, murah, dan efektif untuk sampai ke tujuan itu. Masukkan pembuat berbagai info yang salah ke penjara. Rakyat otomatis akan melek dengan sendirinya, tahu mana yang benar dan salah.

Faruk HT

Menghargai susastra adalah menghargai pendidikan. Sastrawan Nasional terkenal, Ahmad Tohari (AT), menyanyangkan sejak 1953 susastra tidak menjadi bahan pelajaran pokok di Indonesia. Artinya, pendidikan karakter akan sangat masih jauh digapai. Karena, pendidikan susastra (edususastra) tidak semata hanya berpuisi, berprosa, dan berdrama saja. Lebih dari itu, susastra dapat mendidik karakter anak anak suku-bangsa di dalam mencintai Indonesia.

ArtikelLainnya

Ketika Harus Ikhlas Sejak Awal

8 September 2022
139

Kenangan Singkat Bersama Ahmad Tohari

7 September 2022
142

Prostitusi: Kemiskinan ataukah Gaya Hidup?

26 Agustus 2022
147

Ada Hantu Bondong di Tempatku

25 Agustus 2022
138
Tampilkan Yang Lain

Karakter Pragmatis

Bahwa susastra tidak hanya sekadar berpuisi, berprosa, atau sekadar berdrama saja. Lalu, menyibukkan diri untuk mencari cari genre dan teori baru. Lebih dari itu, susastra adalah penghayatan. Seorang sastrawan tidak melulu harus menampilkan karya karya sastranya menjadi sebuah antologi atau cerita cerita roman. Sebagai penghayatan, susastra dapat menjadikan karakter hidup seseorang ketika berada di lingkungan masyarakat.

Karakter pragmatis yang tampak dan hadir dalam drama drama kehidupan sosial politik belakangan ini merupakan hasil dari kehidupan pragmatis yang akut. Kehadiran sebuah “gang mafia” yang tanpa disadari telah menjadi bagian yang tak terpisahkan. Itu baru pada satu contoh kasus yang sedang heboh alias viral. Oadahal, masih banyak persoalan persoalan lain yang tak terbaca dan terkatakan karena munculnya isu isu baru yang kebih besar.

Permainan media menjadi salah satu aktor yang menciptakan drama drama besar tersebut seakan telah menjadi sah. Karena, menjadi satu satunya lembaga yang memiliki wewenang kekuasaan selain kekuatan massa, uang, dan militer. Penggiringan opini masyarakat adalah salah satu upaya membangun kekuasaan itu.

Perhatian yang Lemah

Literasi menjadi program dan agenda penting untuk membangun kuasa media tersebut sehingga susastra pun bisa menjadi abai. Tujuan tujuan media seringkali tidak lagi mendidik karena tak lagi mampu berhadapan dengan berita berita bohong (hoax). Kalau dulu susastra disebut sebagai penyebar berita berita bohong, maka sekarang media sebagai alat telah menjadi mesin penyebar yang lebih efektif.  Namun, sayang, bisa dibilang nirsusastra.

Edususastra memerlukan waktu yang tak sekejap. Generasi generasi muda sudah mulai melek literasi. Mereka lebih mudah diajarkan cara menulis yang baik, meskipun belum pada tahap apresiatif. Dengan cara sendiri, mereka mengulik kumpulan kumpulan cerita novel online, cerita cerita radio, atau bahkan membuat konten konten kreatif. Bagi mereka, cerita cerita brutal dapat diungkapkan melalui sebutan sebutan latah pada “game game” yang mereka mainkan.

Tag/kata kunci: Susastra
Artikel sebelumnya

Modus Tiket Bodong di Terminal Pantura

Artikel berikutnya

Film nan Senyap di Tengah Keramaian

Bagus Dilla

Bagus Dilla

*A writer and culture activities*

Artikel Lainnya

Pesantren dan Selebritas Intelektual (Bagian Empat)

25 Agustus 2022
137

Pembatasan Pembatasan Belanda Dalam tulisan Zamakhsyari Dhofier (2011) disebutkan: Belanda telah memberi pembatasan pembatasan terhadap Islam sejak kedatangannya hingga abad ke-19....

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Tiga)

24 Agustus 2022
143

Akar Sejarah Intelektual Pesantren Disiplin keilmuan pesantren memiliki perbedaan dengan disiplin keilmuan pada umumnya. Disiplin keilmuan pesantren memiliki ciri-ciri: 1) transfomastif;...

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Dua)

20 Agustus 2022
148

Masyarakat Turats Sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran, pesantren telah melahirkan banyak pelajar, baik melalui metode  warisan (turats) atau metode yang telah...

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Satu)

20 Agustus 2022
185

Pendahuluan Berbicara tentang pesantren sama seperti tentang diri sendiri. Sesuatu yang sebenarnya tidak asing. Karena, pesantren hidup dan tumbuh dari kedirian...

Selanjutnya

Beberapa Penerbit Tak Bayar Royalti Penulis

20 Agustus 2022
142

Ada sebagian kelompok yang memang memiliki niatan baik untuk mengangkat harkat dan derajat penulis di Indonesia. Sehingga penulis tetap bisa eksis...

Selanjutnya

Keluarga Pak Salim

19 Agustus 2022
164

Kesederhanaan Pak Salim Akhir-akhir ini, sedang viral nama keluarga Pak Salim yang kebetulan berdomisili di kota kecil, tempat kami tinggal. Tepatnya,...

Selanjutnya

Joko Tingkir Ngombe Dawet

18 Agustus 2022
144

Mungkin, kalimat yang lebih tepat adalah “Joko Tingkir Unjukan Dawet”. Jaka Tingkir minum Dawet. Apa yang salah? Tidak ada yang salah....

Selanjutnya

Ludruk: Jenis Seni Drama Jawa Timuran

18 Agustus 2022
176

Ada yang bertanya, “Sejak kapankah kesenian ludruk mulai dikenal di Jawa Timur?” Tentu, sebagai salah satu corak kesenian, ludruk mulai dikenal...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Film nan Senyap di Tengah Keramaian

Diri yang Mendamaikan Dunia

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply