• Terbaru
  • Populer

Tipologi Pesantren (Bagian Dua)

26 Agustus 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

Tipologi Pesantren (Bagian Dua)

Jatim Net26 Ditulis oleh Jatim Net26
26 Agustus 2022
dalam Budaya dan Agama
| Waktu baca 2 menit
A A
135
VIEWS

Pesantren Modern

Modernisasi pendidikan dilakukan sejak Belanda melakukan politik etis dengan mendirikan sekolah-sekolah yang diperuntukkan bagi kalangan pribumi. Modernisasi pendidikan ini bertolak belakang dengan pola tradisional. Modernisasi pendidikan dan pengajaran menekankan pada akumulasi berbagai matapelajaran ke dalam rangkaian kurikulum yang tertib administrasi dan berkelas. Jadi, pendidikan ini terkonsentrasi pada pengetahuan kognitif seorang murid dari berbagai sumber disiplin ilmu. Datangnya ilmu pengetahuan dari berbagai arah dan sumber, sehingga kemandirian keilmuan tergantung pada kemampuan analisis kritis sang murid sendiri. Matapelajaran yang diajarkan pun meliputi pengetahuan umum nonkhusus. Pendidikan modern tidak menekankan kemampuan mental sebagaimana pendidikan tradisional. Dengan kata lain, pesantren modern bertindak objektif dengan mengabaikan peran peran subjektif yang biasa menjadi landasan pada pesantren pesantren tradisional.

Pesantren modern berbeda dengan pola tradisional yang masih tergantung pada sang guru karena sumbernya satu arah. Bimbingan bimbingan terus berlangsung, meskipun sang murid sudah tidak berada di tempat gurunya lagi. Menurut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), seorang kiai memiliki hierarki kekuasaan satu-satunya yang secara eksplisit diakui dalam lingkungan pesantren. Kekuasaan kiai absolut, sehingga santri seumur hidupnya akan senantiasa merasa terikat dengan kiainya.

ArtikelLainnya

Belum Ada Artikel
Tampilkan Yang Lain

Sementara pendidikan modern melepas tanggung jawab kepada muridnya untuk mengembangkan pengetahuan yang telah didapat di sebuah lembaga pendidikan. Modernisasi pendidikan pesantren di Indonesia dipelopori oleh Pesantren Thawalib Padang Panjang, Al Irsyad, dan Pesantren Modern Gontor.

Di sini, akan dijelaskan perkembangan pendidikan modern di Pesantren Gontor, salah satu pesantren yang cukup dikenal di Indonesia.

Pola pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Modern Gontor sama sekali berbeda dengan pesantren pesantren tradisional di Jawa. Penekanan pada sistem klasikal dan bahasa (Arab dan Inggris) telah menempatkan unsur universalisme Islam lebih bersifat holistik (syumuliah). Kepatuhan terhadap satu mazhab hukum atau akidah tidak menjadi kewajiban. Hal ini ditujukan untuk memperkecil ruang perbedaan (ikhtilaf) yang biasa terdapat di dalam masyarakat bermazhab. Materi-materi pelajaran tidak mementingkan pola transmisi genealogi keilmuan melalui sanad. Sehingga corak pemahaman terhadap teks teks keagamaan cenderung lepas dari konteks kesejarahan. Aliran aliran di dalam konteks historisitas keilmuan tidak menjadi pegangan. Sebagaimana perbedaan perbedaan pendapat paraulama yang tertuang jelas di dalam khazanah kitab kitab klasik (kuning) kerap muncul. Meskipun, perbedaan pendapat tersebut biasa dapat pula menggunakan model nalar konklusi.

Sematan modern  pada Pondok Pesantren Modern Gontor tidak bisa dipandang sebagai konklusi dan konsensus pendapat secara referensial, melainkan berbentuk simplikasi. Modern lebih disikapi sebagai polarisasi keilmuan: agama dan alam. Menurut Abdullah Syukri Zarkasyi sebagaimana dikutip oleh Syamsuri, pesantren senantiasa kukuh dan istiqamah yaitu: pertama nilai nilai keislaman dan jiwa pendidikan yang terdapat di pesantren. Kedua, sistem asrama dengan disiplin tinggi, artinya dengan sistem asrama tercipta perpaduan tiga pusat pendidikan yaitu: pendidikan sekolah (formal), pendidikan keluarga (informal) dan pendidikan masyarakat (bukan formal). Ketiga, bahan bahan pengajaran yang menggabungkan antara ilmu agama dan ilmu alam.

Dengan demikian, untuk melihat corak intelektual yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Modern Gontor adalah pada aspek kemodernan yang cenderung bersifat kontemporer.

Tag/kata kunci: modernpesantrentradisional
Artikel sebelumnya

Ada Hantu Bondong di Tempatku

Artikel berikutnya

Prostitusi: Kemiskinan ataukah Gaya Hidup?

Jatim Net26

Jatim Net26

Artikel Lainnya

Belum Ada Artikel
Artikel berikutnya

Prostitusi: Kemiskinan ataukah Gaya Hidup?

Jejak Simbah Raden Nalajaya (Bagian Satu)

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply