• Terbaru
  • Populer

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Tiga)

24 Agustus 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Rabu, 17 Juni 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Tiga)

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
24 Agustus 2022
dalam Sejarah dan Sastra
| Waktu baca 2 menit
A A
143
VIEWS

Akar Sejarah Intelektual Pesantren

Disiplin keilmuan pesantren memiliki perbedaan dengan disiplin keilmuan pada umumnya. Disiplin keilmuan pesantren memiliki ciri-ciri: 1) transfomastif; 2) jelas gurunya; 3) diajarkan secara langsung (mushafahah); 4) memiliki nilai spiritualitas. Secara transformatif, guru-guru pesantren memiliki tradisi ”perizinan” dalam mengajarkan ilmu atau kitab tertentu. Seorang guru yang mengajarkan kitab hadis Al Bukhari misalnya akan mendapatkan nama nama garis silsilah (sanad) guru sebelumnya. Tanpa izin tersebut, seorang guru tidak berani untuk mengajarkan atau mengamalkan ajaran atau kitab tertentu. Proses transformasi ini cukup berjenjang dilihat dari kadar kemampuan intelektual sang murid. Jika sang murid dipandang sudah mampu menjalani sendiri kitab atau amalan yang akan diajarkan, biasanya hanya dilakukan prosesi pengesahan saja. Atau, pada taraf konsentrasi yang lebih tinggi, sang murid disuruh membaca kitab yang akan diajarkan atau diamalkan di hadapan guru tersebut. Proses ini dinamakan sorogan. Pada proses kedua, sang guru akan membacakan kitab-kitab tertentu yang akan diajarkan atau diamalkan oleh sang murid hingga hatam. Sang murid akan mengikuti proses transformasi tersebut hingga selesai dan ditutup dengan doa pentup (ikhtitam) dan pengesahan untuk diajarkan. Proses ini dinamakan bandongan. Dari dua tipe transformasi tersebut, setiap selesai prosesi akan ditutup dengan doa selamat dan persedekahan, menyelenggarakan hidangan makan bersama, baik dihadiri oleh para murid saja maupun diikuti oleh masyarakat umum.

Kejelasan seorang guru di pesantren mutlak dimiliki. Biasanya, kejelasan ini ditandai dengan garis silsilah yang jelas, baik genealogi nasab (keturunan) atau keilmuan (guru). Namun, untuk genealogi nasab tidak terlalu penting, kecuali pada tahap penghormatan, tabarukan, dan perizinan. Seorang guru harus jelas pernah belajar di mana, dan sanad apa yang telah dipegang olehnya. Di era belakangan, Syekh Yasin Al Fadani Allahulladzi yarhamhu yang bermukim di Mekah memegang banyak sanad kitab sehingga ia digelari Al Musnid. Guru guru dari berbagai negara akan menyempatkan diri meminta sanad kepada Syekh Yasin Al Fadani tersebut. Dari kejelasan guru ini, maka keraguan dan syak wasangka akan hilang. Kemantapan untuk mengajarkan dan mengamalkan ilmu atau kitab yang diwariskan oleh sang guru tidak lagi mengandung keraguan.

ArtikelLainnya

Ketika Harus Ikhlas Sejak Awal

8 September 2022
139

Kenangan Singkat Bersama Ahmad Tohari

7 September 2022
142

Prostitusi: Kemiskinan ataukah Gaya Hidup?

26 Agustus 2022
147

Ada Hantu Bondong di Tempatku

25 Agustus 2022
138
Tampilkan Yang Lain

Tatap muka dan ijab kabul (musafahah) dalam proses transformasi pengajaran ilmu atau kitab dari sang guru kepada murid tidak melalui perantara. Kalau menggunakan perantara akan diwakilkan kepada guru guru pembantu (asisten atau badal) di dalam penyampaiannya. Pada proses musafahah ini, antara guru dan murid akan duduk berhadp hadapan disertai dengan ijab kabul dengan bersalaman. Musafahah berarti berjabat tangan. Ada kerelaan sang guru untuk melepas ilmu dan kitabnya kepada sang murid yang sudah dianggap cakap mengamalkan ilmu atau isi kitab tersebut.

Inteletualisme pesantren memiliki ciri pascaempirik. Hal ini dapat dilihat dari karya karya penulisnya yang tidak hanya berbicara pada hal hal formal (fiqh) melainkan juga pada tataran spiritual dan kebatinan. Fungsi aksiologis dari pola ini adalah untuk mengolah rasa. Biasanya, penulis penulis pesantren akan melakukan ritual tertentu ketika menuangkan gagasan dan pemikirannya, baik dengan berpuasa atau melakukan munajat tertentu seperti sholat hajat dan membaca wirid.

Demikian, akar sejarah inetelektual pesantren memiliki ciri ciri khusus meskipun kemudian berkembang secara klasikal, pengajaran di kelas. Proses transformasi tersebut masih berlangsung dari generasi ke generasi hingga kini.

Tag/kata kunci: bandonganpesantrensorogan
Artikel sebelumnya

Mari Menghitung Demokrasi dalam Angka

Artikel berikutnya

Pesantren dan Selebritas Intelektual (Bagian Empat)

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Pesantren dan Selebritas Intelektual (Bagian Empat)

25 Agustus 2022
137

Pembatasan Pembatasan Belanda Dalam tulisan Zamakhsyari Dhofier (2011) disebutkan: Belanda telah memberi pembatasan pembatasan terhadap Islam sejak kedatangannya hingga abad ke-19....

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Dua)

20 Agustus 2022
148

Masyarakat Turats Sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran, pesantren telah melahirkan banyak pelajar, baik melalui metode  warisan (turats) atau metode yang telah...

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Satu)

20 Agustus 2022
185

Pendahuluan Berbicara tentang pesantren sama seperti tentang diri sendiri. Sesuatu yang sebenarnya tidak asing. Karena, pesantren hidup dan tumbuh dari kedirian...

Selanjutnya

Beberapa Penerbit Tak Bayar Royalti Penulis

20 Agustus 2022
142

Ada sebagian kelompok yang memang memiliki niatan baik untuk mengangkat harkat dan derajat penulis di Indonesia. Sehingga penulis tetap bisa eksis...

Selanjutnya

Keluarga Pak Salim

19 Agustus 2022
164

Kesederhanaan Pak Salim Akhir-akhir ini, sedang viral nama keluarga Pak Salim yang kebetulan berdomisili di kota kecil, tempat kami tinggal. Tepatnya,...

Selanjutnya

Joko Tingkir Ngombe Dawet

18 Agustus 2022
144

Mungkin, kalimat yang lebih tepat adalah “Joko Tingkir Unjukan Dawet”. Jaka Tingkir minum Dawet. Apa yang salah? Tidak ada yang salah....

Selanjutnya

Ludruk: Jenis Seni Drama Jawa Timuran

18 Agustus 2022
176

Ada yang bertanya, “Sejak kapankah kesenian ludruk mulai dikenal di Jawa Timur?” Tentu, sebagai salah satu corak kesenian, ludruk mulai dikenal...

Selanjutnya

Diri yang Mendamaikan Dunia

17 Agustus 2022
142

Tema yang diangkat adalah tentang diri. Diri dan jati adalah dua dimensi yang bisa sama, juga bisa berbeda entitasnya. Perlu kecermatan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Pesantren dan Selebritas Intelektual (Bagian Empat)

Tipologi Pesantren (Bagian Satu)

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply