• Terbaru
  • Populer

Revitalisasi Pesantren Pesantren Tradisional

12 September 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Rabu, 17 Juni 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Berita Umum

Revitalisasi Pesantren Pesantren Tradisional

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
12 September 2022
dalam Berita Umum
| Waktu baca 2 menit
A A
150
VIEWS

Dalam agenda memanusiakan manusia, diantaranya melibatkan teks sebagai bagian inhern dari manusia. Jadi, teks tidak terpisah dari subjeknya.

Bahasa Membawa Emosi dan Sentimen

Rasa superioritas dapat ditimbulkan dari bahasa. Kemajuan kemajuan pesantren modern lebih sering ditandai dengan adanya fasilitas fisik, dari sarana dan prasarana yang lengkap. Pun, penggunaan bahasa, utamanya bahasa Inggris dan Arab, sebagai ruang pengetahuan yang bersifat baru.

ArtikelLainnya

Luncurkan Buku, Bunga Setaman Siap Bersinergi

15 Agustus 2022
139

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 03

11 Agustus 2022
145

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 02

11 Agustus 2022
151

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 01

10 Agustus 2022
155
Tampilkan Yang Lain

Pada ruang pengetahuan yang baru tersebut, tidak jarang pesantren modern mengalienasi atau mengasingkan diri dari masyarakatnya. Memang, risiko yang dibangun oleh sebuah pesantren modern adalah mengasingkan diri dari lingkungan sosialnya sebagaimana pola pendidikan tertutup, isolasi dan karantina. Maka, tidak heran, jika kemudian pesantren model ini sering disebut oleh parasantrinya sebagai “Penjara Suci”.

Dari bahasa tersebut, kemudian semangat internasionalisme tidak saja merambah pendidikan pesantren modern. Hal serupa juga terjadi di perguruan perguruan tinggi yang coba menyediakan fasilitas fasilitas beasiswa ke luar negeri, baik disponsori oleh negara, mandiri, atau biaya ditanggung oleh negara negara penyedia beasiswa. Sehingga setiap lembaga pendidikan belakangan ini, baik pesantren maupun nonpesantren berlomba lomba untuk meningkatkan kualitas bahasa yang digunakan.

Hanya saja, semangat internasionalisme pesantren sering terkesan mengabaikan semangat sosial untuk pemenuhan kebutuhan lokal atau daerah masing masing. Di samping itu, semangat internasionalisme juga sering mengafirmasi perbedaan faham kemazhaban pada bidang hukum Islam (fiqh) yang menjadi ciri khas bagi pesantren pesantren tradisional. Mereka senantiasa menghindari ikhtilaf, meskipun mereka tidak menolak secara terang terangan faham bermazhab. Maka, ketika mereka kembali ke masyarakat jarang menjadi tokoh masyarakat karena tidak betul betul memahami perbedaan faham mazhab ini. Kalaupun cita cita melanjutkan studi ke luar negeri tidak tercapai, alumnus pesantren modern ini lebih banyak terjun di dunia birokrasi dan pemerintahan.

Butuh Ciri Khas dan Produk Unggulan

Masihkah sebuah pesantren memiliki spesifikasi sendiri untuk menegaskan corak dan identitas pada zaman sekarang?

Idealnya setiap pesantren memiliki ciri khas masing masing, tapi pada tingkat “advance” seperti spesial di bidang bahasa, teknologi, Al Quran, hadis, maupun berbasis kitab kitab kuning tertentu. Tapi, untuk tingkat standar, semua pesantren bisa menyeragamkan kurikulum. Apalagi sudah mulai disadari, perbedaan antara ilmu ilmu yang bersifat alat dan ilmu ilmu yang bersifat untuk umum.

Pada titik ini, mulai disadari pula, hampir tidak ada perbedaan antara pesantren yang menamakan diri Salafiyah (tradisional) dan Khalafiyah (modern). Bahasa yang digunakan dan menjadi ciri khas pesantren, baik tradisional maupun modern, dilihat dari kebutuhannya hanya berbeda pada semangatnya saja. Semangat internasionalisme dan semangat lingkungan (lokal). Tidak jarang sudah, santri santri alumni pesantren tradisional juga mampu menembus beasiswa perguruan perguruan tinggi di luar negeri, baik di Timur Tengah maupun Amerika dan Eropa. Tidak sedikit dari santri santri tradisional yang mampu menguasai bahasa asing. Dengan demikian, baik tradisional maupun modern saat ini bisa dikatakan sama sama menjadi tradisional, hanya berbeda orientasi yang bersifat nasib masing masing individu.

Karena perbedaan yang sudah mulai menipis ini, pesantren, baik tradisional maupun modern, mulai meratifikasikan diri. Membuat standar yang disesuaikan dengan lingkungan masyarakat Indonesia. Mereka tidak mengisolasikan diri lagi, melainkan coba membuka diri sesuai dengan tantangan masyarakat dan perubahan situasi sosial dan politik di Indonesia. Terutama, dalam penerimaan konsep “nasionalisme”.

Kebumen, 12 September 2022.

Tag/kata kunci: modernpesantrentradisional
Artikel sebelumnya

Dapatkah Menghilangkan Mental Buruh?

Artikel berikutnya

Nusantara dalam Sebuah Imajinasi

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Kontras! Menyisir Kemiskinan di Sisi Pantura

8 Agustus 2022
139

Jika melihat layanan pinjaman online (pinjol) yang memiliki banyak tawaran seakan kontras dengan keadaan sebenarnya di sepanjang pantai utara Pulau Jawa....

Selanjutnya

Lulus Kuliah di Perguruan Tinggi “Nonmuslim”?

7 Agustus 2022
135

Ilmu bersifat universal untuk dipelajari, termasuk teologi dan kepercayaan. Jadi, tidak ada yang aneh seorang muslim yang lulus dari perguruan tinggi...

Selanjutnya

Reaktualisasi Tradisi Surau di Ranah Minang

6 Agustus 2022
136

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata surau berarti tempat (rumah) umat islam melakukan ibadahnya (mengerjakan sholat, mengaji, dan sebagainya). Mengacu...

Selanjutnya

KH Amin Abdul Hamid: Ibu, Sinyal Terdekat kepada Allah

3 Agustus 2022
157

Ngawi-jatim.net26.id - Membahasakan "kirim bacaan Al Fatihah" sering menjadi kontroversial bagi yang salah paham. Mereka membangun asumsi masing masing karena tidak...

Selanjutnya

Kader Imam Masjid di Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng

2 Agustus 2022
259

Jombang-Jatim.Net26.id - Salah satu bentuk kaderisasi di Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng (MQ) Tebuireng adalah memberikan kesempatan kepada santri yang sudah...

Selanjutnya

KH Mabrur Syaibani: Hapal Al Quran sebagai Wiridan

18 Juli 2022
137

Menuntut ilmu adalah taqwa, menyampaikan ilmu adalah ibadah, mengulang-ulang ilmu adalah zikir, mencari ilmu adalah jihad. Imam Al Ghazali (wafat 1111),...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Nusantara dalam Sebuah Imajinasi

Seandainya Santri Salafiyah Menjadi Arsitektur

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply