• Terbaru
  • Populer

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 01

10 Agustus 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 19 Juni 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Berita Umum

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 01

Bagian Satu

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
10 Agustus 2022
dalam Berita Umum
| Waktu baca 2 menit
A A
155
VIEWS

Asal Usul Kata “Maula”

Inilah arti penting memahami budaya yang mencakup bahasa di dalamnya. Bahasa sering pula disebut sebagai “cermin budaya”. Suatu suku-bangsa akan terlihat apik dan modern manakala bahasanya mulai tertata rapi. Baik dari segi “grammar’ maupun kekayaan maknanya.

Bahasa Arab mengalami puncak kemodernan setelah turunnya ayat ayat suci Al Quran yang dapat dilihat dari beberapa aspek seperti susastra, sejarah, logika, dan logos (wahana pengetahuan). Kemodernan bahasa Al Quran memang bisa dipandang misteri, karena sulit untuk digambarkan fakta dan data isi dunia dan alam semesta terangkum di dalamnya. Belum lagi, kata kata serapan dari bahasa asing (a’jami) dapat pula termuat dari konteks ke-Arab-an. Sehingga untuk menjelaskan dari diksi diksi Al Quran memerlukan berlembar lembar kertas dan aspek aspek pengetahuan yang tidak sedikit, baik dari segi waktu maupun materinya.

ArtikelLainnya

Revitalisasi Pesantren Pesantren Tradisional

12 September 2022
150

Luncurkan Buku, Bunga Setaman Siap Bersinergi

15 Agustus 2022
139

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 03

11 Agustus 2022
145

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 02

11 Agustus 2022
151
Tampilkan Yang Lain

Kehebatan Al Quran di situ. Hanya dalam rangkaian kata sebanyak 30 juz mampu merangkum dari sekian banyak pengetahuan dunia. Oleh karena itu, dalam terma terma tertentu, Al Quran menggunakan bahasa bahasa A’jami yang asing di telinga (sima’i) orang orang suku-bangsa Arab. Demikian pula, dengan kata “Maula”. Apakah kata tersebut diambil dari orang orang suku-bangsa Arab?

Jangan dilihat dari segi penulisan aksaranya yang menggunakan simbol (huruf) Arab, tapi dari segi makna dan kebiasaan pemakaiannya.

Kata “Maula” dari segi filologinya (ilmu asal usul kata) berangkat dari pemikiran dan kebiasaan yang akrab di telinga masyarakat suku-bangsa Barbar. Sama seperti kata “Tuan” dalam bahasa Melayu, “Bendara” dalam bahasa Jawa, demikian pula dengan kata “Maula”. Jadi, kata “Maula” tersebut bukan menunjukkan status sosial seseorang, tapi tergantung pada pemakaiannya dalam menghormati seseorang sehingga dijadikan nama gelar.

Kata ini banyak dipakai di Afrika Utara. Terutama, dari kalangan zuriah Rasulullah saw yang belakangan dipakai pula untuk pemimpin sebuah thariqah. Maula atau Maulay sama seperti sematan “Sidi”, singkatan dari “Sayyidi” dalam thariqah Naqsyabandiyah di Asia Tengah; atau, sering pula dipakai istilah “Baba” di India. Penggunaan kata Syekh juga populer di Asia Barat dan India. Di India, kata Syekh identik dengan “Sikh”, thariqah yang mempraktikkan beberapa gabungan gaya zikir dan yoga. Kata kata atau gelar gelar sematan demikian berlaku turun temurun sesuai dengan garis thariqah masing masing.

Suku-bangsa Afrika Utara

Jauh sebelum agama Islam datang dibawa oleh orang orang suku-bangsa Arab, masyarakat Afrika Utara sudah mengalami kemajuan kemajuan yang pesat di bidang peradaban. Hal ini ditandai dengan Perang Roma yang panjang dengan suku-bangsa Kartago yang berasal dari suku-bangsa Fenisia. Begitu pula, ekspansi suku-bangsa Yunani yang mendirikan Kota Iskandariah oleh Dinasti Ptolemy (Firaun). Ditambah, gelombang suku-bangsa Nubia dari Afrika Selatan yang turut meramaikan jalur utara Pantai Afrika.

Maka, tidak salah, jika kemudian penduduk Benua Eropa menaruh iri terhadap kemajuan kota kota pelabuhan di Afrika Utara yang cantik dan subur. Dalam legenda Cleopatra, Mesir digambarkan seperti seorang Dewi yang diperebutkan karena kecantikan dan memakmurkan rakyatnya.

Penjajahan dan penaklukan yang dilakukan oleh orang orang suku-bangsa Eropa, terutama Kekaisaran Romawi, telah merubah pola budaya Eropa sebagai ancaman. Legenda Hannibal yang hampir mengalahkan Kekaisaran Romawi merupakan perlawanan “budak” dalam persepsi Romawi. Munculnya istilah “Barbar” atau Barbarosa adalah sematan yang diberikan bagi suku-bangsa Afrika Utara yang berbilang bilang jumlahnya. Mereka dianggap Barbar karena dianggap tidak memiliki peradaban dan pandangan hidup yang terhormat. Berperang di luar perikemanusiaan. Padahal, kekejaman yang ditimbulkan oleh suku-bangsa Romawi tidak kalah brutalnya daripada mereka yang dianggap Barbar.

Tag/kata kunci: KH Maemun Zubeir
Artikel sebelumnya

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

Artikel berikutnya

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 02

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Kontras! Menyisir Kemiskinan di Sisi Pantura

8 Agustus 2022
139

Jika melihat layanan pinjaman online (pinjol) yang memiliki banyak tawaran seakan kontras dengan keadaan sebenarnya di sepanjang pantai utara Pulau Jawa....

Selanjutnya

Lulus Kuliah di Perguruan Tinggi “Nonmuslim”?

7 Agustus 2022
135

Ilmu bersifat universal untuk dipelajari, termasuk teologi dan kepercayaan. Jadi, tidak ada yang aneh seorang muslim yang lulus dari perguruan tinggi...

Selanjutnya

Reaktualisasi Tradisi Surau di Ranah Minang

6 Agustus 2022
136

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata surau berarti tempat (rumah) umat islam melakukan ibadahnya (mengerjakan sholat, mengaji, dan sebagainya). Mengacu...

Selanjutnya

KH Amin Abdul Hamid: Ibu, Sinyal Terdekat kepada Allah

3 Agustus 2022
158

Ngawi-jatim.net26.id - Membahasakan "kirim bacaan Al Fatihah" sering menjadi kontroversial bagi yang salah paham. Mereka membangun asumsi masing masing karena tidak...

Selanjutnya

Kader Imam Masjid di Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng

2 Agustus 2022
259

Jombang-Jatim.Net26.id - Salah satu bentuk kaderisasi di Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng (MQ) Tebuireng adalah memberikan kesempatan kepada santri yang sudah...

Selanjutnya

KH Mabrur Syaibani: Hapal Al Quran sebagai Wiridan

18 Juli 2022
137

Menuntut ilmu adalah taqwa, menyampaikan ilmu adalah ibadah, mengulang-ulang ilmu adalah zikir, mencari ilmu adalah jihad. Imam Al Ghazali (wafat 1111),...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 02

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 03

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply