• Terbaru
  • Populer

Pesantren Sebaiknya Menjaga Independensinya

15 September 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Nasional

Pesantren Sebaiknya Menjaga Independensinya

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
15 September 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 2 menit
A A
138
VIEWS

Tidak Dibangun dalam Waktu Semalam

Berbicara tentang pesantren tidak sama dengan berbicara lembaga lembaga pendidikan lainnya yang hanya satu arah. Pesantren bisa dikatakan sebagai pelaksana Sistem Pendidikan Nasional yang paling memenuhi syarat antara pihak dewan guru, murid peserta didik, dan walimurid (lingkungan). Selama hampir 24 jam, santri dididik dan dibina oleh pesantren. Tanggung jawab pesantren tidak hanya mengemban beban memintarkan santri santrinya, melainkan juga mengutamakan akhlak serta memikul tanggung jawab sosial. Karena, tanggung jawab yang begitu besar diemban oleh pesantren, maka sudah selayaknya independensinya harus tetap terjaga dan terpelihara.

Hal ini bukan berarti sebagai sikap pembangkangan terhadap pemerintah, justru pesantren merupakan tempat nasionalisme tumbuh. Sehingga, melalui pesantren dapat disinergikan antara ideologi agama dan ideologi negara. Pesantren dalam banyak hal bisa menjadi mitra pemerintah di dalam membangun sektor sektor ekonomi, sosial, budaya, agama, teknologi, maupun yang utama sebagai penyedia sumberdaya manusia.

ArtikelLainnya

Amplop Kiai dan Korupsi

25 Agustus 2022
144

Fakta Miris Rumah Tinggal Layak Huni Shiddiqiyyah

22 Agustus 2022
141

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
162

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
162
Tampilkan Yang Lain

Independensi pesantren memang akan lebih rumit dan tidak sesederhana yang dibayangkan. Ibarat seorang wanita cantik, pesantren akan selalu dilirik dan dipinang oleh banyak orang. Entah, itu partai politik atau calon calon pemimpin yang hendak maju di medan medan kontestasi Pemilu. Pesantren juga tidak memerlukan organisasi organisasi besar yang sudah terlanjur maju sehingga gagap dalam mengikuti irama permainan zaman.

Hal yang perlu diperhatikan di dalam menjaga independensi ini, pertama dan utama, adalah melihat latar belakang sejarah sosial masyarakat Indonesia pada umumnya yang masih menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong. Pesantren dibangun berdasarkan kontrak sosial di antara masyarakat. Jika masyarakat tidak menyetujui kehadiran pesantren tersebut, maka tidak akan ada pesantren tersebut. Ini yang penting dan sering dilupakan oleh modernisme dan mekanisme birokrasi.

Modernisme yang mengutamakan kemajuan birokrasi sering menjadikan pesantren terkesan menjauh dari lingkungan masyarakatnya sehingga melupakan kontrak sosial yang pernah dibuat, baik disengaja maupun tidak. Dari latar belakang sejarah sosial ini, dapat dimengerti: baik tidaknya sebuah pesantren akan dinilai sendiri oleh lingkungan masyarakatnya. Begitu pula, dari segi segi kemanfaatannya.

Penutupan sebuah pesantren dengan mencabut izin opersional pesantren misalnya seharusnya juga mempertimbangkan segi kemanfaatan ini, bukan karena sekadar berbeda paham dan sentimen sentimen karena keberhasilan pesantren.

Walhasil, kehadiran pesantren tidak bisa lepas dari faktor sejarah sosialnya. Ketika pesantren dapat menjadi pusat kegiatan kegiatan ekonomi, industri, sosial, keagamaan, tradisi, keamanan, ideologi, serta budaya secara umum. Pesantren hadir karena sejarah yang menghendaki, bukan karena berdasarkan surat instruksi dan edaran. Kalau memang sejarah tidak menghendaki, pesantren sudah sejak awal akan tertolak dengan sendirinya. Apa yang pernah diungkapkan oleh Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid, 1940-2009): pesantren akan tumbuh secara alami. Alam dan masyarakat akan menerima atau menolaknya. Selama tidak melanggar hukum dan menentang negara, minoritas juga berhak untuk menjalani hidup sebagai warganegara.

Kebumen, 15 September 2022.

Tag/kata kunci: pesantren
Artikel sebelumnya

Seandainya Santri Salafiyah Menjadi Arsitektur

Artikel berikutnya

Penerbit Penerbit Beramasalah di Indonesia

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pada Haul KH Zainuddin Djazuli di Pesantren Plosomojo, Kediri, Buya Said Aqil Siroj menyebutkan potensi besar yang dimiliki oleh pesantren, berupa...

Selanjutnya

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
152

Untuk menulis lembaga pendidikan secara umum dan macam macamnya, maka ditulis menjadi "pendidikan Islam". Sementara pesantren memiliki ciri khas tersendiri dengan...

Selanjutnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
137

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
135

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya

Buya Said Aqil Siroj, The Next Little Soekarno?

14 Juli 2022
168

Putra Sang Fajar itu telah memberi kharisma besar bagi suku-bangsa Indonesia di tengah-tengah kancah dunia. Ia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Penerbit Penerbit Beramasalah di Indonesia

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (I)

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply