• Terbaru
  • Populer

Buya Said Aqil Siroj, The Next Little Soekarno?

14 Juli 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Nasional

Buya Said Aqil Siroj, The Next Little Soekarno?

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
14 Juli 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 3 menit
A A
168
VIEWS

Putra Sang Fajar itu telah memberi kharisma besar bagi suku-bangsa Indonesia di tengah-tengah kancah dunia. Ia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di Bandung, event oleh raga tingkat dunia “Ganefo” di Jakarta, berani keluar dari PBB, dan membangun visi negara-negara Gerakan Non Blok (GNB). Hal ini telah menarik perhatian dunia kepada Indonesia sebagai suku-bangsa yang patut diperhitungkan.

Kiprah dan keberanian sikap Presiden Pertama RI tersebut belakangan telah menginspirasi Mahamatir Muhammad dalam memimpin kebangsaan Malaysia sehingga ia dijuluki sebagai The Little Soekarno.

ArtikelLainnya

Nusantara dalam Sebuah Imajinasi

13 September 2022
147

Amplop Kiai dan Korupsi

25 Agustus 2022
146

Fakta Miris Rumah Tinggal Layak Huni Shiddiqiyyah

22 Agustus 2022
141

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
162
Tampilkan Yang Lain

Terlahir sebagai Intelektual 

Keberhasilan Ir Soekarno dalam membangun visi Indonesia bukan karena hobinya blusukan ke berbagai daerah di Indonesia. Itu hanya sekadar bonus saja. Kemampuan sesungguhnya dalam menghimpun berbagai macam aliran, agama, suku-bangsa, ras, dan bahasa ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah visi yang luar biasa. Di samping, kepiawaiannya menggalang kekuatan potensi bangsa. Memang, program “Berdikari”nya belum menghasilkan kesejahteraan yang maksimal bagi bangsa dan negara. Sebagaimana cerita-cerita orang tua, tingkat kemiskinan masih sangat tinggi. Namun, kemampuannya menuangkan kebijakan dengan menasionalisasikan aset-aset Belanda, menyiapkan SDM yang disekolahkan di berbagai negara maju, serta perhatian besarnya terhadap budaya dan agama menjadi nilai plus tersendiri. Maka, dengan tidak segan-segan, KH Baidlowi Lasem (ulama NU dari Lasem) memberinya gelar “Waliyul Amri Al Dlaruri bi Syaukah”. Satu dukungan konsep umat Islam, terutama dari kalangan pesantren, terhadap dirinya.

Dari segi gagasan-gagasannya yang tertuang di dalam beberapa tulisannya, memiliki kesamaan visi dengan Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari yang mengedepankan politik kebangsaan. Dari visi kebangsaan ini, nasionalisme dapat menampung dan berkompromi dengan berbagai macam ideologi pada saat itu. Dari kebangsaan ini pula, manusia berbudaya yang memerlukan inspirasi-inspirasi agama, adat istiadat, dan kemodernan dapat menjadi kekuatan besar. Pada masa Orde Lama, berbagai persoalan-persoalan yang mendasari berbagai konflik secara perlahan menemukan bentuk ujungnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kelahiran Pancasila sebagai “world view” suku-bangsa Indonesia, terlepas dari pro dan kontra dalam menyatukan visi tersebut, telah menjadi pondasi kuat bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Memang, setiap persoalan memerlukan solusi. Bagaimanapun setiap masa ada tokohnya sendiri. Demikian pula, pada masa Orde Baru, ketika meningkatnya resistensi ideologi-ideologi besar di dunia yang menghendaki kehidupan otoritarianisme negara-negara di dunia, maka kehadiran Soeharto sebagai tokoh pada zamannya adalah bagian dari sejarah tersendiri. Dengan konsep pembangunan yang mendasarkan pada ekonomi dan stabilitas negara, maka konsekuensi yang harus dibangun adalah membuka peluang-peluang investasi, sesuatu yang sebenarnya ditolak oleh Ir Soekarno. Masyarakat suku-bangsa Indonesia secara ekonomi memang dapat meraih kesejahteraan dan kebebasan ekonomi, meskipun demokratisasi yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa belum terlaksana seutuhnya.

Visi Kemanusiaan

Misi kemanusiaan yang sering disuarakan oleh Buya Said Aqil Siroj merupakan jawaban atas realitas kekinian yang harus disikapi dengan serius. Sebab, Pancasila sebagai satu-satunya ideologi yang mampu menampung berbagai visi yang bertentangan, baik agama, suku-bangsa, ideologi, maupun ketahanan dan pertahanan negara, sudah bisa dianggap telah selesai. Artinya, Pancasila tidak perlu dipertentangkan dan dipermasalahkan lagi. Tidak cukup hanya dengan membangun karakter suku-bangsa Indonesia ke dalam negara bangsa (nasionalisme), nilai-nilai kemanusiaan yang tertuang di dalam Pancasila menjadi perhatian Buya Said Aqil Siroj. Manusia yang diambil dari kata insan (bermakna harmoni) benar-benar harus diperjuangkan di tengah-tengah perubahan episentrum dunia. Perang Rusia-Ukraina tidak bisa dianggap remeh dalam perubahan pandangan geopolitik dunia untuk menciptakan keadilan sosial dan kemakmuran semua bangsa di dunia. Agama tidak bisa dijadikan satu-satunya jalan dalam membangun keadilan tersebut. Hal ini disebabkan karena agama telah menjadi problem besar antarsuku-bangsa di dunia sejak Perang Salib, Perang Dunia Pertama dan Kedua, serta Perang Timur Tengah belakangan ini. Maka, harmonisasi agama, suku-bangsa, dan kepercayaan harus mendapat tempat di dalam membangun peradaban dari berbagai aspek, diantaranya aspek tasaqafah (ilmu dan pengetahuan), aspek hadlarah (teknologi dan arsitektur), aspek hukum (tamaddun), serta aspek susastra (adabiyah). Susastra menjadi penting karena bisa menjadi cermin jiwa suku-bangsa Indonesia di dalam membangun harmoni.

Dari problem-problem akut yang sedang melanda dunia saat ini seperti Covid-19 dan perang dagang yang tak seimbang, memerlukan dukungan pandangan kemanusiaan untuk menyelamatkan manusia dari kepunahan. Pancasila adalah suara-suara kemanusiaan universal yang harus disuarakan dalam situasi dan kondisi saat ini. Masyarakat perlu turut berpartisipasi dalam mewujudkan cita-cita bangsa.

Editor: Bagus Dilla
Artikel sebelumnya

Buya Uki Dukung Pembatalan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah

Artikel berikutnya

KH Mabrur Syaibani: Hapal Al Quran sebagai Wiridan

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
162

Ada sebuah kebiasaan yang salah letak keliru pasang yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang umumnya menyebut frasa 17 Agustus Hari Kemerdekaan...

Selanjutnya

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pada Haul KH Zainuddin Djazuli di Pesantren Plosomojo, Kediri, Buya Said Aqil Siroj menyebutkan potensi besar yang dimiliki oleh pesantren, berupa...

Selanjutnya

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
153

Untuk menulis lembaga pendidikan secara umum dan macam macamnya, maka ditulis menjadi "pendidikan Islam". Sementara pesantren memiliki ciri khas tersendiri dengan...

Selanjutnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
139

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
138

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

KH Mabrur Syaibani: Hapal Al Quran sebagai Wiridan

Kepiawaian KHA Musta'in Syafiie Menafsirkan Diksi Diksi Al Quran

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply