• Terbaru
  • Populer

Lucunya Santri Sukses yang Tak Pernah Kenal Kantor Kuwu

9 Agustus 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda UMKM

Lucunya Santri Sukses yang Tak Pernah Kenal Kantor Kuwu

Jatim Net26 Ditulis oleh Jatim Net26
9 Agustus 2022
dalam UMKM
| Waktu baca 3 menit
A A
226
VIEWS

Sudah menjadi tradisi di keluarganya, sejak dini harus berangkat mesantren. Karena, kalau terus menerus di rumah tidak akan pernah bertambah ilmu dan pengalaman baru. Selepas kelas empat sekolah dasar, ia diantar oleh orangtuanya ke Pesantren Babakan, Ciwaringin, Cirebon. Melanjutkan studi kelas limanya hingga lulus Aliyah.

Pengalaman Baru

Pesantren Babakan Ciwaringin telah banyak melahirkan nama nama besar dari segi spirit perjuangan maupun intelektual. Belakangan, ulama yang cukup kesohor kealimannya adalah Buya Syakur Yasin. Ulama mufasir Al Quran dengan pendekatan pendekatan geniusitas tasawuf dan susastra.

Pesantren Babakan adalah salah satu yang tertua di Kabupaten Cirebon. Didirikan oleh tokoh legendaris, Ki Jatirah sekitar tahun 1715. Pada masa Ki Jatirah inilah Pemberontakan Kedondong terhadap Belanda terjadi. Pemberontakan yang dinilai tidak kalah hebat bila dibandingkan dengan Perang Dipanegara (1825-1830) dan Perlawanan Nyi Ageng Serang.

ArtikelLainnya

Belum Ada Artikel
Tampilkan Yang Lain

Ahyaruddin kecil telah menghabiskan waktunya lebih banyak di pesantren hingga selesai kuliah strata satunya. Dalam rentang waktu itu, banyak pengalaman pengalaman yang didapatnya di luar pesantren.

Menurut pengakuannya, ia termasuk santri “mbeling” alias jarang masuk ke kelas. Tapi, dilihat kepiawaiannya membantu penulisan beberapa tugas akhir milik temannya serta tata pembukuannya yang rapi, agaknya pengakuan itu hanya dalam bentuk ungkapan majas litotes saja.

Selama di bawah asuhan kiainya, Ahyar mendapat perlakuan yang cukup manusiawi. Meskipun, terkesan nakal, tetapi ia tidak mendapat hukuman berat.

Di pesantren, kemandirian telah tertanam di dalam jiwanya. Ia menjadi jurumasak cukup lama di dapur umum pesantrennya. Memang, tidak sedikit orang yang telah mengabadikan diri sebagai jurumasak menjadi sukses dan kiai besar di kampungnya di kemudian hari.

Dan, Ahyar kecil tidak pernah menyia-nyiakan waktunya. Di samping tekun belajar, ia sering mencuri waktu untuk menjaga pemulung botol bekas minuman mineral dan memungut paku dengan menggunakan magnet. Hasil dari penjualan, ia tabung sedikit demi sedikit.

Aktivis PMII hingga Penggemar Slank

Masa masa kuliah menjadi kenangan yang cukup berarti baginya. Ahyar tidak menyia-nyiakan waktunya begitu saja. Ia terlibat dalam organisasi mahasiswa. Bakat kepemimpinannya mulai tampak. Ia mampu mengoordinasikan sahabat sahabatnya. Gelora jiwa mudanya hampir mengalahkan kandidat yang didukung oleh seniornya sendiri. Hanya kalah satu suara saja. Ahyar belum berhasil menjadi ketua cabang PMII setelah melalui proses yang cukup panjang.

Kenakalan remaja tak tampak dari dirinya seperti terlibat miras dan narkoba, meskipun ia cukup lama hidup di jalan sebagai tukang parkir kendaraan. Ia rajin membaca dan coba memahami dunia pergerakan melalui buku. Hidupnya tak pernah sepi, karena selalu didatangi oleh sahabat sahabat karibnya.

Ahyar penikmat berat lagu lagu Slank, meskipun ia menolak untuk dikatakan sebagai Maniak Slank. Namun, cukup menjiwai, melarutkan gelora mudanya. Selama dua bulan, Ahyar meninggalkan pesantrenya. Mencoba pengalaman baru mengikuti tour konser grup musik Slank.
Dengan tersenyum senyum, Ahyar bercerita kisahnya selama “petualangan” itu. Dari kota ke kota mengikuti arah angin dengan menumpang kendaraan truk yang membawanya ke kota tujuan. Tidak hanya di pulau Jawa, bahkan luar Jawa. “Saya pernah sampai ke Bali,” ucapnya, senang.

Dua bulan menghilang. Tentu saja, telah membuat curiga kiainya di pesantren. Iapun dihukum tinggal di rumah kiainya dengan kamar bersebelahan. “Jarang jarang, ada kiai yang memberi hukuman dengan kasih sayang seperti saya,” ucapnya, lagi, dengan bangga.

Kegesitannya bekerja, cepat dalam menyelesaikan persoalan. Dari pagi hingga sore, ia mengepak dan mengatur pengiriman kue kering gapit ke berbagai kota tujuan. Keringat tampak jelas jatuh dari sela sela rambut di pelipisnya. Jika malam tiba, ia rajin membukukan produk produk yang berhasil terjual dan membungkus rokok rokok ke dalam paketan. Ia sudah pandai menyetir mobil sejak pertama memulai kerja. Dari kemahirannya membawa mobil, iapun dipercaya hingga menempuh jalanan ramai kota Jakarta. Karena, sering menyopir mobil itu, Ahyar mendapat keberkahan Buya Uki Marzuki untuk mengenal pejabat pejabat tinggi, baik di PBNU maupun pemerintah. Ia bercerita bangga dan mendapat apresiasi dari ibunya. “Benar, saya sejak kecil di pesantren, belum pernah sekalipun ke kantor Kuwu,” katanya, lugu, seperti tanpa dosa. “Baru baru ini saja tahu kantor Kuwu, itupun sama Buya.” Sepertinya pula, Bali jauh lebih dekat dari kantor Kuwu.

Tag/kata kunci: Babakan CiwaringinBuya Syakur YasinBuya Uki MarzukiKedondongpesantrenSlank
Artikel sebelumnya

Kontras! Menyisir Kemiskinan di Sisi Pantura

Artikel berikutnya

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

Jatim Net26

Jatim Net26

Artikel Lainnya

Belum Ada Artikel
Artikel berikutnya

Sosial Kapital, "Never Ending" Pesantren

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 01

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply