• Terbaru
  • Populer

Buya Said: A Single Majority in Culture

29 Mei 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Nasional

Buya Said: A Single Majority in Culture

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
29 Mei 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 2 menit
A A
148
VIEWS

Umat manusia memang diciptakan beragam. Dari sidik jari saja, setiap orang berbeda. Hal ini menandakan kekuasaan Allah swt yang begitu besar hingga perkara-perkara detil dan kecil adalah bagian dari kuasaNya.

Dari perbedaan-perbedaan tersebut, maka sejak awal pun manusia sudah diajarkan konflik dan bertikai. Qabil yang dibunuh oleh Habil adalah gambaran manusia pertama yang membunuh saudaranya sendiri. Allah telah memerintahkan kepada keduanya untuk melakukan qurban (pendekatan) kepadaNya dengan barang-barang murah milik keduanya, ternak dan sayur-sayuran. Tapi, tetap saja, kekhilafan manusia yang dikuasai oleh nafsu tidak mampu dibendung sehingga qurban itupun harus menelan korban jiwa.

ArtikelLainnya

Nusantara dalam Sebuah Imajinasi

13 September 2022
147

Amplop Kiai dan Korupsi

25 Agustus 2022
144

Fakta Miris Rumah Tinggal Layak Huni Shiddiqiyyah

22 Agustus 2022
141

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
162
Tampilkan Yang Lain

Kisah qurban (mendekatkan diri padaNya) dan korban merupakan bagian dari sejarah dan epos manusia. Dalam kisah-kisah susastra Hindustan (purana), ada disebut pengorbanan aliran darah putera dari Ibu Pertiwi. Dan, seterusnya, kisah-kisah tradisi manusia di berbagai belahan dunia. Penumpahan darah adalah suatu keniscayaan, baik melalui peperangan maupun pengorbanan.

Pengorbanan tertinggi dalam beragam kepercayaan dan keyakinan adalah dipersembahkan kepada Sang Adikodrati. Adikodrati berarti kekuasaan di luar kodrat manusiawi biasa, bisa disebut leluhur, dewa, bahkan Tuhan. Bagaimana dikisahkan sebelum kelahiran Nabi Muhammad saw, ayahnya, Abdullah, adalah korban yang harus dipersembahkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Manusia pada zaman Jahiliah seperti tak puas jika tidak berkorban dengan darah dagingnya sendiri. Namun, selayak agama yang beradab di kemudian hari, korban-korban berbentuk manusia dihapus oleh Syariat Muhammad. Dan, levelnya pun ditingkatkan lebih tinggi menjadi qurban. Berkorban demi untuk mendekatkan diri kepadaNya dengan harga yang lebih murah seperti hewan, buah-buahan, dan sayur-sayuran dengan tanpa mengurangi kualitas pengorbanan.

Sejak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, pertumpahan darah senantiasa menjadi rutinitas. Mulai dari revolusi fisik menentang Belanda, disusul kemudian pemberontakan-pemberontakan DI/TII, PRRI/Permesta, PKI/Madiun, G30S/1965, peristiwa Ninja dan Dukun Santet di Jawa Timur, dan lain-lain. Semua memakan korban darah manusia.

Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid, 1940-2009) coba melerai dengan cara Syariat Muhammad. Walau darah mendidih hendak dilengserkan dari kursi presiden, namun bagi Gus Dur tidak ada setetes darah manusia pun yang boleh mengalir. Pendekatan qurban jauh lebih elegan sebagai suku-bangsa yang bermartabat dan beradab.

Manusia jauh lebih mudah dipersatukan dengan budaya daripada agama dan politik. Di banyak negara, sering terjadi perpecahan karena perbedaan pandangan dan paham agama. Begitu pula, perbedaan pandangan dan paham ideologi politik bisa menciptakan perpecahan, pertumpahan dan pengorbanan darah manusia.

Suku-bangsa Nusantara dibangun dari satu kata “budaya” yang mengandung makna berbagai aspek kehidupan manusia, baik teknologi, ilmu pengetahuan, adat istiadat, maupun gaya hidup dan arsitektur bangunan. Budaya sendiri diambil dari kata “Buddha” atau ‘Budh” yang berarti telah mengetahui atau telah menyadari sepenuhnya. Di dalam Islam, budaya sebenarnya diambil dari simbol huruf Hijaiyah Ba’ (ب).

Di dalam agama Buddha ada empat capaian seseorang dikatakan Buddha, apabila: menemukan kebenaran (dharma), baik hakiki maupun majazi, berupa “perkara” yang sebenarnya, “berpikir” sebenarnya, “kesulitan” yang sebenarnya, dan “jalan” yang sebenarnya.

Dengan demikian, budaya tersebut bila dikomparasikan dengan pengertian istilah-istilah Arab dapat dibedakan menjadi tsaqafah (ilmu pengetahuan), tamaddun (tataaturan, hukum), hadlarah (gaya hidup, arsitektur), serta adab (susastra). Kota Yatsrib menurut Buya Said (KH Said Aqil Siroj) diambil dari nama pendirinya “Yatsrib”, lengkapnya Yatsrib bin Ubail bin Iwadh bin Aram bin Sam bin Nuh as. Kemudian, dijadikan oleh Rasulullah saw menjadi tamaddun atau madinah, tempat didirikannya tataaturan dan hukum-hukum sosial. Sebuah kota dikatakan berbudaya apabila tataaturannya dan hukumnya berjalan baik, begitu pula sebuah negara dan bangsa dalam skala lebih besar. Umat Islam Indonesia dapat menjadi a single majority in culture apabila bisa memenuhi empat arti tersebut: tsaqafah, tamaddun, hadlarah, dan adab.

Cirebon, 29 Mei 2022.

Editor: Bagus Dilla
Artikel sebelumnya

Buya Said: Pandangan Geopolitik Islam Nusantara

Artikel berikutnya

Anggun C Sasmi: Masa Kejayaan Industri Musik dalam Negeri

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
162

Ada sebuah kebiasaan yang salah letak keliru pasang yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang umumnya menyebut frasa 17 Agustus Hari Kemerdekaan...

Selanjutnya

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pada Haul KH Zainuddin Djazuli di Pesantren Plosomojo, Kediri, Buya Said Aqil Siroj menyebutkan potensi besar yang dimiliki oleh pesantren, berupa...

Selanjutnya

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
152

Untuk menulis lembaga pendidikan secara umum dan macam macamnya, maka ditulis menjadi "pendidikan Islam". Sementara pesantren memiliki ciri khas tersendiri dengan...

Selanjutnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
137

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
135

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Anggun C Sasmi: Masa Kejayaan Industri Musik dalam Negeri

Buya Syafi'i Ma'arif Banjir Ucapan Belasungkawa dari Warga NU

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply