• Terbaru
  • Populer

Buya Uki Dukung Pembatalan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah

12 Juli 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Nasional

Buya Uki Dukung Pembatalan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah

Redaksi Ditulis oleh Redaksi
12 Juli 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 3 menit
A A
212
VIEWS

Jombang-Net26.id Sebagaimana telah dilansir beberapa media sosial, baik cetak maupun elektronik, upaya pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah (Ponpes Shiddiqiyyah) telah dibatalkan oleh Menteri Agama ad interim Muhadjir Effendy pada Senin, 11/7/2022. Sehingga dapat mengobati rasa khawatir 998 santri yang masih menempuh pendidikan di Ponpes tersebut.

Dalam rilisnya, Selasa, 12/7/2022, Buya Uki Marzuki selaku Sekretaris Jenderal Majelis Mujahid NKRI memandang positif langkah tersebut. “Keputusan bijak yang diambil Menteri Agama ad interim Muhadjir Effendy yang telah mengembalikan izin operasional Pondok Pesantren Shiddiqiyyah adalah langkah tepat agar peserta didik, para santri, kembali mengikuti kegiatan belajar yang ada di Shiddiqiyyah,” tulisnya, “semua hal yang terjadi tidak boleh mengganggu semua aktivitas pesantren.”

ArtikelLainnya

Nusantara dalam Sebuah Imajinasi

13 September 2022
147

Amplop Kiai dan Korupsi

25 Agustus 2022
144

Fakta Miris Rumah Tinggal Layak Huni Shiddiqiyyah

22 Agustus 2022
141

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
162
Tampilkan Yang Lain

Buya Uki Marzuki menilai, “Penetapan pencabutan yang dilakukan Direktur Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah Kemenag RI terlalu prematur, karena tidak melihat persoalan secara jernih. Jika memang Ponpes Shiddiqiyyah tersebut telah mengajarkan hal-hal yang menyimpang dari hukum formal berarti selama ini memang tidak ada komunikasi antara pihak Kemenag dan pihak Pondok Pesantren Shiddiqiyyah. Ini sangat disayangkan. Apalagi kasus ini sudah lama dan berlarut-larut seolah Kemenag tidak memiliki peran dan fungsi pengawasan. Minimal komunikasi di antara kedua belah pihak.”

Sebagaimana diketahui, pembatalan pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, dilakukan setelah tiga hari sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi mencabut izin Ponpes sejak Kamis, 7/7/2022. Hal ini menyusul peristiwa penangkapan paksa putera kiai pengasuh Ponpes yang tersangka kasus pencabulan.

“Itu perkara yang menimpa oknum, bukan kelembagaan. Kalaupun ada upaya preventif yang dilakukan pihak Ponpes untuk melindungi putera kiai, itu urusan kepolisian dan oknum-oknum yang terlibat. Bagaimana prosesnya, pihak kepolisian jauh lebih paham dan memiliki protap sendiri. Sementara hubungan Kemenag dan Ponpes adalah hubungan kelembagaan, bukan personal. Jadi, harus bisa dinilai secara objektif,” tandas Buya Uki Marzuki. “Kewajiban thalabul ilmi bagi para siswa dan santri di pesantren jangan sampai terganggu, apalagi berhenti hanya karena problem yang sedang dihadapi oleh salah satu personil di Ponpes itu. Sebab, prinsip belajar adalah long life education atau dalam hadis minal mahdi ilallahdi. Jadi, harus terus belajar sampai nyawa lepas dari raga. Ponpes Shiddiqiyyah adalah sarana belajar agama dan pengetahuan umum yang dibutuhkan oleh umat dan masyarakat. Oleh sebab itu, kami sangat mendukung sikap Pak Muhadjir untuk mengambil langkah ini. Semoga ke depan tidak ada lagi pencabutan izin pondok pesantren tanpa alasan dan ketelitian yang jelas sehingga dapat menimbulkan fitnah yang jauh lebih besar dan dapat berimbas pada pesantren-pesantren lainnya.”

Bagi Buya Uki, masyarakat tentu sudah jauh lebih dewasa dalam menyikapi persoalan yang menimpa Ponpes Shiddiqiyyah ini. Tindakan berlebihan justru akan menimbulkan efek dan stigma tidak baik terhadap institusi-institusi bersangkutan. Sebab, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negeri para santri. Kepercayaan masyarakat terhadap pesantren sudah mencapai puncak kepuasan. Sekarang, pesantren sudah tumbuh subur di berbagai daerah di Indonesia. Apalagi para founding father NKRI adalah para santri. Sunaryo, pelopor Sumpah Pemuda, adalah santri. Bung Karno pernah nyantri kepada KH Cholil Jombang semasa kecilnya. Kakek Bung Hatta punya pesantren di Sumatera Barat. M Yamin terlahir dari keluarga sultan di Medan. KHA Wahid Hasyim dan Ki Bagus Hadikusumo sudah jelas kesantrian mereka. Opini publik jangan sampai digiring pada upaya-upaya liberalisme dan sekularisme seolah-olah bangsa ini tidak lagi memiliki etika dan budaya dengan mempertontonkan kebodohan-kebodohan pada publik.

Masyarakat sudah dapat menangguk hikmah dan puncak kearifan yang akan dilalui oleh setiap orang. Masa transisi itu memerlukan transmisi. Meskipun kehendak manusia dilakukan dengan berbagai cara, tapi benih-benih kebaikan tetap akan tumbuh dan berbuah.

Dalam pengamatan Buya Uki Marzuki selama di Ponpes Shiddiqiyyah, filosofi yang dibangun oleh pendiri Ponpes Shiddiqiyyah, KH Muchtar Mu’thi, semacam sedang menerima terpaan angin besar dengan ujian yang besar pula. Ibarat pohon besar, cengkeraman akar-akar kebaikan akan berbuah lebat, meskipun ada daun-daun yang berguguran. Dengan seleksi alam, bibit-bibit baru akan tetap tumbuh menyemai dengan kualitas biji dan benih lebih baik.

Tidak mudah untuk menjadi seorang mursyid dengan lima juta orang pengikut. Butuh waktu lama. Tentu, iri dan dengki akan senantiasa menyertai pada siapapun tanpa terkecuali. Biarlah nanti sejarah yang akan berbicara! Setidaknya, KH Muchtar Mu’thi sudah memberikan yang terbaik bagi masyarakat lingkungannya, bangsa, dan tanah air.

Buya Uki Marzuki juga membandingkan dengan pernyataan sahabatnya di Bali. Umat Hindu Bali yang mengerti sejarah merasa berterima kasih kepada umat Islam. Dengan Islam, masyarakat Jawa mampu menangkal aksi-aksi negatif Mo Limo yang diajarkan oleh sekte Bhairawa. Itu ajaran sesat menurut versi Hindu, tapi mampu dibasmi oleh umat Islam. Jadi, tidak perlu lagi ada bahasa dan istilah premanisme di Ponpes Shiddiqiyyah. Mereka adalah santri-santri binaan KH Muchtar Mu’thi.

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: anak kyai jombangbechicukai rokokinvestigasijombangpabrik rokok strokok sehatrokok stsehat tentremshiddqiyyahsidiqiyah
Artikel sebelumnya

Berita dengan Citarasa Story Telling, Tren Jurnalis Saat Ini?

Artikel berikutnya

Buya Said Aqil Siroj, The Next Little Soekarno?

Redaksi

Redaksi

Artikel Lainnya

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
162

Ada sebuah kebiasaan yang salah letak keliru pasang yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang umumnya menyebut frasa 17 Agustus Hari Kemerdekaan...

Selanjutnya

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pada Haul KH Zainuddin Djazuli di Pesantren Plosomojo, Kediri, Buya Said Aqil Siroj menyebutkan potensi besar yang dimiliki oleh pesantren, berupa...

Selanjutnya

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
152

Untuk menulis lembaga pendidikan secara umum dan macam macamnya, maka ditulis menjadi "pendidikan Islam". Sementara pesantren memiliki ciri khas tersendiri dengan...

Selanjutnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
137

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
135

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Buya Said Aqil Siroj, The Next Little Soekarno?

KH Mabrur Syaibani: Hapal Al Quran sebagai Wiridan

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply