• Terbaru
  • Populer

Putin, Agama, dan Masa Depan Geopolitik Global

3 April 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Nasional

Putin, Agama, dan Masa Depan Geopolitik Global

Redaksi Ditulis oleh Redaksi
3 April 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 3 menit
A A
180
VIEWS

Jika Anda berkesempatan ke Rusia dan mengaku sebagai orang Indonesia, mereka (suku-bangsa Rusia) akan merangkul Anda seraya berkata, “O, saudara muda.” Akrab. Mereka sangat akrab dengan orang-orang Indonesia. “Indonesia punya sejarah panjang dengan Rusia dan Indonesia juga masih dibutuhkan oleh mereka. Apalagi warga Rusia itu menilai Indonesia adalah saudara muda mereka,” ungkap Arief Setiawan, dosen Universitas Brawijaya, sebagaimana dilansir kompas.com.

Suku-bangsa Rusia beranggapan demikian karena rekam jejak sejarah telah terjalin lama antara Rusia dan Indonesia.

ArtikelLainnya

Nusantara dalam Sebuah Imajinasi

13 September 2022
147

Amplop Kiai dan Korupsi

25 Agustus 2022
144

Fakta Miris Rumah Tinggal Layak Huni Shiddiqiyyah

22 Agustus 2022
141

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
162
Tampilkan Yang Lain

Rusia Pasca-Uni Soviet

Keruntuhan Uni Soviet pada tanggal 25 Desember 1991 telah menyebabkan disorientasi atau kekosongan ideologi. Hal ini berlangsung cukup lama. Kekosongan yang terjadi pada ranah ideologi setelah kegagalan otoritarianisme Komunis ala Lenin-Stalin bisa dianggap karena Perestroika (paham keterbukaan) menjadi sebab utama kemurungan Rusia.

Memang, gelombang Rusia modern pascakekaisaran telah melahirkan banyak ideologi untuk terus maju, terlepas dari kenyataan buruk yang mengelilingi mereka. Namun, era Boris Yeltsin (1931-2007) telah menimbulkan anarki ideologis yang didukung oleh demokrasi Liberal ala Barat sehingga pada ujungnya menemui kegagalan.

Pada posisi kemurungan (melancholy) ini, Vladimir Vladímirovich Pútin (lahir 1952) seakan menemukan momentum setelah melewati masa-masa kekecewaan yang panjang. Dengan kesabaran dan hati yang dingin, muncul Alexandr Dugin (lahir 1962) yang memiliki karakter kurang dikenal untuk mengobati ketidakpuasan sosial-politik dan ekonomi Putin di Rusia.

Masa Depan dan Berkiblat ke Timur

Tingkat popularitas Putin di dunia setelah Rusia melakukan invasi ke Ukraina naik 83 persen. Hal ini bukan saja mengancam dominasi Barat yang telah bercokol lama di dunia sebagai pengusung “The New World Order”. Tatanan Dunia Baru.

Tatanan Dunia Baru tersebut dinilai sudah tidak memiliki rasa keadilan sosial-politik-ekonomi bagi dunia, terutama belahan Timur. Invasi negara-negara Barat terhadap negara-negara Irak, Libya, Suriah, dan Yaman telah menimbulkan rasa kebangsaan terganggu dan kacau balau, terutama gerakan Al Qaeda dan ISIS yang melahirkan terorisme global.

Kegemaran Dugin terhadap mistisisme (corak agama Timur), tradisionalisme, dan yang lebih penting antipatinya terhadap Liberalisme The New World Order yang dipimpin AS membuatnya menjadi guru Brigade Sayap Kanan Baru (The Neo Right Wing Brigade) di Rusia. Dugin sebagaimana dilansir moderndiplomacy-eu.cdn. merasa bertanggung jawab untuk menghidupkan kembali prinsip yang telah dikemukakan oleh Sir Halford John Mackinder (1861-1947) tentang pentingnya geopolitik. Semula, Mackinder tidak memiliki popularitas yang jelas hingga ketenarannya dihidupkan oleh Dugin yang berpegang teguh pada gagasan “Geopolitik” sebagai tesis utama untuk Rusia Pasca-Soviet.

Publikasi Dugin atas karya besarnya pada tahun 1997 yang berjudul The Foundation of Geopolitics muncul dari ide Mackinder. Karya Dugin telah menciptakan brainstorming yang berat bagi kalangan intelektual Rusia. Dengan sendirinya, Dugin dianggap telah membuka jalan bagi dirinya untuk menjadi nabi baru bagi ideologi Sayap Kanan Baru Rusia tersebut. Sebagaimana brainstorming merupakan upaya teknik yang digunakan untuk menemukan solusi terhadap masalah-masalah tertentu dengan mengumpulkan ide-ide secara spontan. Teknik ini dapat memaksimalkan kreativitas kelompok dalam hal menghasilkan ide dan menentukan ide yang paling mungkin berhasil untuk diterapkan.

Kemurungan yang berdampak pada popularitas Rusia pada dasarnya dikaitkan pada bayangan akhir 90-an ketika paraelit Rusia berada dalam posisi ambivalensi mimpi Yeltsin tentang demokrasi Liberal Barat.

Argumentasi dasar yang dinarasikan oleh Dugin dalam “The Foundation of Geopolitics” adalah yang paling menarik. Dia berpendapat: geografi (bukan ekonomi semata) adalah penyebab utama kekuatan dunia, sementara Rusia dengan lokasi fisik intrinsiknya telah memberikan peran global utama. AS digambarkan oleh Dugin sebagai penjahat terbesar yang bertahan dalam “Atlantisisme” di atas benua Eropa.

Dugin berpendapat, kerajaan Eurasia akan dibangun dengan menangkal musuh bersama AS dan nilai-nilai Liberalnya. Dalam pandangan klasiknya, Dugin menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan negara sekutu seperti Iran untuk melawan musuh bersama.

Momentum invasi Rusia terhadap Ukraina telah membelalakkan mata dunia, Barat tak mampu berbuat apapun sehingga Ukraina seolah menjadi korban yang tak berdaya seperti yang dilakukan AS terhadap Irak

Setelah merasa benar-benar berhasil mengecoh Barat, paramenteri luar negeri Rusia dan China bertemu untuk mendiskusikan masa depan Afghanistan, Asia, melawan hegemoni Barat, dan menciptakan Tatanan Dunia Baru dengan judul yang berbeda, Fair World Order.

Sebagaimana diberitakan china-briefing.com, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, terbang ke China untuk terlibat dalam diskusi bersama Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Lavrov tiba di Huangshan (dekat Shanghai) lebih awal (Rabu, 30 Maret 2022) dari jadwal semula guna melakukan serangkaian pertemuan, membahas masa depan Afghanistan dan dampak geopolitik dari konflik Ukraina. Pertemuan tersebut memiliki signifikansi geopolitik yang besar dan merupakan bagian dari proses yang akan membentuk kembali geopolitik global.

Cirebon, 3 April 2022.

Penulis: M. Sakdillah
Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: RusiaVladimir Putin
Artikel sebelumnya

Pemikiran dan Kebijakan Ekonomi Industri Ala Gus Dur

Artikel berikutnya

Urgensi Islam Nusantara Guna Kemandirian Bangsa

Redaksi

Redaksi

Artikel Lainnya

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
162

Ada sebuah kebiasaan yang salah letak keliru pasang yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang umumnya menyebut frasa 17 Agustus Hari Kemerdekaan...

Selanjutnya

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pada Haul KH Zainuddin Djazuli di Pesantren Plosomojo, Kediri, Buya Said Aqil Siroj menyebutkan potensi besar yang dimiliki oleh pesantren, berupa...

Selanjutnya

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
152

Untuk menulis lembaga pendidikan secara umum dan macam macamnya, maka ditulis menjadi "pendidikan Islam". Sementara pesantren memiliki ciri khas tersendiri dengan...

Selanjutnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
137

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
135

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Urgensi Islam Nusantara Guna Kemandirian Bangsa

Welfare State or Welfare Nation?

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply