• Terbaru
  • Populer

Webinar Ketua PBNU: Langkah Nyata Merajut Kebhinekaan

22 Agustus 2021
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Nasional

Webinar Ketua PBNU: Langkah Nyata Merajut Kebhinekaan

Redaksi Ditulis oleh Redaksi
22 Agustus 2021
dalam Nasional
| Waktu baca 3 menit
A A
176
VIEWS

Manusia dalam bahasa Arab disebut insan. “Insan” kata benda (mashdar, red.), kata kerjanya “anas”. Ajektifnya, kalau maskulin “anis”, kalau feminin “anisah”. Asal arti dari kata insan adalah “humanity”, intim. Oleh karena itu, Tuhan menciptakan manusia lahir ke muka bumi ini sebelum memberi amanat agama, memberi amanat harta, jabatan, kedudukan, kekayaan, bahkan ilmu pengetahuan; amanat yang paling melekat dari lahir hingga kembali kepadaNya adalah amanah dalam bahasa Arabnya “insaniyah”, “humanity”. Artinya apa?

Memang amanat yang paling melekat amanah “humanity”, semua agama yang turun dari langit terutama, bahkan dari agama yang bukan dari samawi pun mengajarkan kemanusiaan, keharmonisan. Berupaya, berjuang, menata kehidupan yang harmonis. Percuma, agama tanpa mengajarkan insaniyah. Tidak ada artinya, kita hidup ini kalau tidak berupaya, berjuang, mewujudkan keharmonisan. Dengan atas nama agama apalagi dengan isu agama apapun, kalau tidak memperjuangkan keharmonisan tidak ada artinya hidup. Percuma saja kita hidup. Begitu pula agama, semua agama, mengaku beragama Islam, mengaku beragama Kristen, mengaku beragama Yahudi. Kalau tidak menuju tata kehidupan yang harmonis; itu pengakuan yang hanya omong kosong. Kalau hanya itu.

ArtikelLainnya

Nusantara dalam Sebuah Imajinasi

13 September 2022
147

Amplop Kiai dan Korupsi

25 Agustus 2022
144

Fakta Miris Rumah Tinggal Layak Huni Shiddiqiyyah

22 Agustus 2022
141

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
162
Tampilkan Yang Lain

Oleh karena itu, dari sisi agama Islam, Islam itu sendiri dari kata “salam”, salom, selamat, atau “peace”, damai. Atau, dikata selamat, selamet, menyelamatkan bersama, keselamatan bersama. Itulah Islam. Bisa saya tunjukkan, Nabi Muhammad 15 abad yang lalu, berupaya membangun sebuah negara. Ketika berhasil membangun sebuah negara tidak berdiri pada posisi agama, bukan negara Islam. Bukan negara Islam yang dibangun oleh Nabi Muhammad ini. Dan, juga bukan negara Arab.

Dan, juga, tidak dibangun dari suku, etnik. Maka, disebut negaranya “Madinah”. Dari kata “tamaddun”, ini bahasa Arab, artinya “civilized” yang penduduknya diberlakukan sama. Hak sama, kewajiban sama, pelayanan sama, hak dan kewajiban sama, di mata hukum sama. Penduduknya waktu itu, ada muslim, ada nonmuslim, waktu itu hanya Yahudi dan Pagan. Nah, contoh, kalau Nabi khutbah Jumat sering, wa la ‘udwana ‘ala al-dholimin. Tidak boleh ada permusuhan kecuali pada yang melanggar hukum, kecuali yang melanggar hukum itulah musuh bersama. Selama tidak melanggar hukum, perbedaan agama, perbedaan suku, perbedaan klan, tidak boleh dijadikan alasan perpecahan atau permusuhan. Itu selalu dipesan oleh Nabi seperti itu. Suatu ketika, ketika ada seorang sahabat nabi bertegkar di pasar, entah kenapa, pertengkaran itu terjadi gelut, nempeleng Yahudi, tidak sengaja, mati. Ditempeleng mati, Yahudinya ini. Nabi marah besar, Beliau mengatakan “barangsiapa membunuh nonmuslim” akan berhadapan dengan saya. Barangsiapa berhadapan dengan saya tidak akan masuk sorga. Tidak akan mendapat rahmat Tuhan. Itu terkenal dalam tarikh, sejarah Islam. Oleh karena itu, kita bersyukur, bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki keaneragaman suku, agama. lebih dari 700 suku kita ini, Indonesia. Yang formal 6. Yang tidak formal masih banyak lagi. Agama yang lokal, barangkali ada 20, ada Gatoloco, Darmogandul, Sunda Wiwitan, Kaharingan, agama-agama lokal. Semua hidup di bangsa Indonesia ini menjadi satu bangsa, satu negara. Dengan ungkapan dalam NU namanya “Ukhuwah wathaniyah”, semua yang di Nusantara ini, Indonesia ini saudara. Tidak boleh dengan yang lain menganggap musuh atau apa, perbedaan modal untuk menyatukan kita bersama.

Maka, NU sendiri, saya berbicara atas nama NU, NU itu dilahirkan tahun 1926, tanggal 31 Januari yang pendirinya K.H. Hasyim Asy’ari, kakeknya Gus Dur, pendirinya. Prinsipnya apa? Prinsip Islamnya NU, Islam tawasuth, moderat, anti radikalisme, anti ekstrimisme, apalagi sampai teror. Jumud, eksklusif itu tidak boleh. Apalagi ekstrim, radikal. Dan, lagi “tasamuh”, bahasa Arabnya toleran. Percuma kita tidak berislam kalau tidak bertoleran. Percuma kalau kita berislam, kalau tidak toleran. Maka, prinsip kita yang NU, umat Islam yang mayoritas Islam ini harus melindungi yang minoritas. Bukan sebaliknya, yang mayoritas nakut-nakuti yang minoritas. Umat Islam yang mayoritas di Indonesia, NU yang mayoritas di Indonesia ini, harus memberi perlindungan pada saudara-saudara kita yang minoritas. Tidak ada mayoritas-minoritas. Semua saudara.

Kemudian, apa tujuan NU ini? Yang prinsipnya, ya. Bahasa Arabnya “tawasuth” dan “tasamuh”, moderat dan toleran. Tujuannya apa didirikan? Tujuannya 3, satu, bahasa Arabnya “ukhuwah Islamiyah”, memperkuat persaudaraan sesama umat Islam; memalukan, menjijikkan, mengerikan, sesama umat Islam sendiri bermusuhan, caci maki, hoax, adu domba, fitnah sesama Islam, tidak boleh itu, apapun alasannya. Yang kedua, “ukhuwah wathaniyah” persaudaraan sesama saudara sebangsa setanah air. Percuma kita satu bangsa satu negara, satu nasib lah, satu nusa satu bangsa, kalau masih ada rasa permusuhan. Yang ketiga, adalah puncaknya “ukhuwah insaniyah” persaudaraan antar umat manusia. Ini diputuskan pada tahun 1936 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Maka, NU memutuskan bahwa tahun 36 itu, negara kita ini bukan negara Islam. Darul Islam, bukan. Tapi, Darus Salam. Negara yang damai. Ini bahasa Arab. Kyai pakainya bahasa Arab. Darus Salam, negara yang damai yang menghimpun semua komponen yang ada. Jadi,

Oleh karena itu, amanat yang paling berat bagi kita, terutama saya yang ketua umum PBNU adalah membina, merawat, menjaga kerukunan warga sesama Islam di seluruh Indonesia dan seluruh kalangan di seluruh dunia.

Penulis: M. Sakdillah
Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: PBNU
Artikel sebelumnya

Yang Dapat Diambil Pelajaran dari Piala Eropa 2021

Artikel berikutnya

Soekarno, Pendidikan, dan Perjumpaan Nasionalis-Religius

Redaksi

Redaksi

Artikel Lainnya

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
162

Ada sebuah kebiasaan yang salah letak keliru pasang yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang umumnya menyebut frasa 17 Agustus Hari Kemerdekaan...

Selanjutnya

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pada Haul KH Zainuddin Djazuli di Pesantren Plosomojo, Kediri, Buya Said Aqil Siroj menyebutkan potensi besar yang dimiliki oleh pesantren, berupa...

Selanjutnya

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
152

Untuk menulis lembaga pendidikan secara umum dan macam macamnya, maka ditulis menjadi "pendidikan Islam". Sementara pesantren memiliki ciri khas tersendiri dengan...

Selanjutnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
137

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
135

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Soekarno, Pendidikan, dan Perjumpaan Nasionalis-Religius

Dokter Sunardi Ditembak Densus 88

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply