• Terbaru
  • Populer

Antara Saddam Hussein, Gus Dur, dan Buya Said

22 Mei 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Nasional

Antara Saddam Hussein, Gus Dur, dan Buya Said

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
22 Mei 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 2 menit
A A
166
VIEWS

Tidak ada yang benar-benar berani menggunakan sistem sosialisme sebagai ideologi negara, kecuali Saddam Hussein (1937-2006), Moammar Khadafi (1942-2011), dan Hugo Chavez (1954-2013). Meskipun Gus Dur, KH Abdurrahman Wahid (1940-2009), mengatakan “Syiah adalah NU plus imamah”, namun warna sosialisme cukup kental pada dirinya.

Ciri-ciri Tatanan Dunia Baru (The New World Order) yang terbentuk setelah kekalahan Kekaisaran Usmaniyah Turki pada Perang Dunia Pertama dan disusul kemudian pada Perang Dunia Kedua adalah terbentuknya Liga Bangsa-bangsa (LBB) yang mengarah kepada pembentukan negara-negara nation state (negara bangsa) pada tanggal 10 Januari 1920 serta terbentuknya Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mengarah pada terbentuknya negara-negara Blok Barat (kapitalisme) dan Blok Timur (Komunisme) pada tanggal 24 Oktober 1945.

ArtikelLainnya

Nusantara dalam Sebuah Imajinasi

13 September 2022
147

Amplop Kiai dan Korupsi

25 Agustus 2022
144

Fakta Miris Rumah Tinggal Layak Huni Shiddiqiyyah

22 Agustus 2022
141

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
162
Tampilkan Yang Lain

Meskipun belum diketahui, siapakah pemenang perang antara Rusia dan NATO saat ini, setidaknya negara-negara lain sudah bersiap-siap untuk menerima konsekuensi dan dampaknya. Rusia secara sepihak (dan juga beberapa negara afiliasinya seperti China, India, Afrika Selatan, dan Brazil) sudah menyodorkan satu konsep baru, Fair World Order (Tatanan Dunia Berkeadilan) yang berbasis geopolitik. Tidak dalam bentuk siapa pemenangnya, tetapi kepada hasil nilai tawarnya, kompromi.

Bentuk Pengulangan Sejarah

Tanggal 29 Mei 1453 adalah momentum yang selalu dikenang oleh suku-bangsa Turki, ketika Kekaisaran Usmaniyah berhasil merebut ibukota Kekaisaran Bizantium, Konstantinopel. Saat itu, Kaisar Mehmed berhasil masuk ke Hagia Sophia.

Pada kurun sebelumnya, Kekaisaran Bizantium (Romawi Timur) yang beraliran Kristen Ortodoks berhasil mengalahkan Kekaisaran Roma (Romawi Barat) di Italia. Di samping, terus mengobarkan semangat Perang Salib di Timur Tengah.

Tidak dalam kerangka revolusi Bolshevik yang meruntuhkan Kekaisaran (Tsar) Rusia, berdirinya negara Uni Soviet pada 30 Desember 1922 menjadi representasi Romawi Timur yang telah dikalahkan, meskipun dalam bentuk negara dengan sistem Komunisme.

Namun yang jelas, pascakeruntuhan Uni Soviet pada tanggal 31 Desember 1991, PBB sudah dinilai tidak lagi adil di dalam memperlakukan negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Peristiwa-peristiwa berantai seperti hukum gantung yang ditimpakan kepada Saddam Hussein pada tanggal 30 Desember 2006, menyusul pembunuhan Moammar Khadafi pada tanggal 20 Oktober 2011, maka dunia sudah terasa tidak nyaman. Timur Tengah terus dilanda perang dan terorisme.

Dalam banyak hal dan pertimbangan, Gus Dur tidak meyakini jika Saddam Hussein berhasil digulingkan perdamaian akan dicapai. Tindakan-tindakan separatisme yang menentang Moammar Khadafi dan Saddam Hussein bisa liar dan mengganggu ketentraman dunia, terbukti kemudian dengan kemunculan organisasi-organisasi terorisme seperti Al Qaeda dan ISIS.

Bagi Gus Dur, penyelesaian masalah-masalah dengan cara militeristik dan kekerasan bukan upaya pemecahan masalah, tapi memperlebar masalah.

Buya Said dan Welfare State

Buya Said (KH Said Aqil Siroj) merasa ketidakadilan belum benar-benar hadir. Hal ini terbukti dengan meluasnya virus pandemi yang memakan banyak korban. Pada masanya, tidak kurang dari 700 kiai dari kalangan NU meninggal dunia. Belum lagi ditambah jumlah masyarakat lainnya. Dan, hingga kini, belum ada organisasi, kelompok, individu, atau negara yang mengaku bertanggung jawab atas merebaknya virus Covid-19.

Kemakmuran setidaknya harus tercipta secara adil. Konsep Welfare State harus ditata ulang. Karena, konsep pengelolaan dana-dana sosial masih jauh dari yang diharapkan. Antara zakat, infak, shodaqoh, asuransi, jaring pengaman sosial, masih tumpang tindih. Belum benar-benar menjadi jaminan atas sebuah negara makmur, Welfare State.

Welfare State dalam konsep baru harus dikaitkan dengan sistem geopolitik, terutama kenusantaraan. Mayoritas penduduk Asia Tenggara yang beragama Islam menjadi jaminan sekaligus tumpuan konsep Islam Nusantara dalam tataran Welfare State dan geopolitik yang mesti dapat seiring sejalan. Tentu, dengan tanpa mengabaikan eksponen-eksponen bangsa lainnya.

Dengan demikian, latar belakang sejarah yang telah menjadikan agama sebagai alat politik dan perang dapat diredam. Sejarah tidak perlu terulang.

Cirebon, 22 Mei 2022.

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: Fair World OrderHugo ChavezKH Abdurrahman WahidMoammar KhadafiSaddam HusseinThe New World Order
Artikel sebelumnya

Regenerasi Itu Bernama Gus Dur dari Tebuireng

Artikel berikutnya

Obituari: Buya Syafi’i, Sosok Kalem Pemersatu Bangsa

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
162

Ada sebuah kebiasaan yang salah letak keliru pasang yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang umumnya menyebut frasa 17 Agustus Hari Kemerdekaan...

Selanjutnya

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pada Haul KH Zainuddin Djazuli di Pesantren Plosomojo, Kediri, Buya Said Aqil Siroj menyebutkan potensi besar yang dimiliki oleh pesantren, berupa...

Selanjutnya

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
152

Untuk menulis lembaga pendidikan secara umum dan macam macamnya, maka ditulis menjadi "pendidikan Islam". Sementara pesantren memiliki ciri khas tersendiri dengan...

Selanjutnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
137

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
135

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Obituari: Buya Syafi'i, Sosok Kalem Pemersatu Bangsa

Buya Said: Negara Islam Modern dan Budaya Nusantara

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply