• Terbaru
  • Populer

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (I)

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 19 Juni 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Berita Khusus

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
1 Oktober 2022
dalam Berita Khusus
| Waktu baca 2 menit
A A
143
VIEWS

Pemisahan negara dan agama terjadi melalui gerakan sekularisme di Eropa sehingga kalangan ruhaniawan tidak diperbolehkan menempati posisi penting dalam struktur kerajaan. Justru, kalangan akademisi yang memiliki status tidak lebih tinggi dari negara menjadi pegawai pegawai negara. Dalam perspektif negara modern, kalangan akademisi tersebut membentuk sebuah wadah yang dikenal dengan “partai politik”. Kebanyakan partai politik sejak pertama seperti “Indische Partij” (Partai Indonesia) didirikan oleh kalangan akademisi ini (pada tanggal 25 Desember 1912). Kalangan akademisi dalam perspektif baru dan negara baru kemudian memiliki status tersendiri secara “previllage” di mata masyarakat sebagai abdi negara.

Nusantara sebelum kedatangan Islam sudah dipenuhi oleh kalangan Brahmana yang mendiami daerah daerah tertentu. Kalangan brahmana ini mengukir banyak prasasti, mulai dari prasasti Kutai hingga prasasti prasasti lainnya. Ketika aliran Buddha di India melakukan reformasi “cara beragama”, dari cara beragama yang sulit seperti melakukan tapabrata yang sulit dalam menghadapi kesulitan kesulitan hidup seperti sakit, tua, dan mati, menjadi lebih elegan dengan kemakmuran dan kebahagiaan hidup secara materi. Maka, posisi kalangan brahmana di Nusantara mulai diambil alih oleh kalangan penyebar Buddha yang mulai tersingkir di negari asalnya, India. Di berbagai tempat, kalangan kalangan Buddha mendirikan “sanggha”, komunitas persaudaraan ruhani, mulai dari Timur Tengah melalui peradaban Persia, hingga di Nusantara dengan mendirikan biara biara dan sanggha.

ArtikelLainnya

Belum Ada Artikel
Tampilkan Yang Lain

Prasasti dan candi adalah istilah belakangan sebagai simbol yang digunakan untuk menyebut kalangan brahmana dan kaum Buddha pernah hadir di suatu tempat. Dan, seperti kaum brahmana, daerah daerah yang pernah dihuni oleh kaum Buddha sering pula disebut dengan nama nama dan istilah Buddha seperti kampung “Biaro” di Musirawas Utara; Sanggam, Sanggau, dan Sangatta di Kalimantan; serta, candi Gedong Songo atau “Sanggha Besar” di wilayah Gunung Ungaran, Jawa Tengah.

Sejalan dengan masuknya Islam yang dibawa oleh kaum yang tersingkir dari perpolitikan di negara negara kontinental seperti Arab, Yaman, Persia, Samarkand, Turki, Afrika Utara, serta India, penggunaan penggunaan istilah tidak serta merta terjadi Arabisasi. Kata Wali Sanggha yang akrab di lidah belakangan digunakan dengan sebutan Wali Songo. Sanga sanga yang menjadi cikal bakal munculnya komunitas pesantren. Istilah yang secara historis sudah berlaku dalam struktur masyarakat sebelumnya. Masyarakat yang memiliki “previllage” sebagai pengatur negara (rajapandita). Jadi, pemuka pemuka agama, jika bisa dikatakan demikian, sebagai pemegang otoritas pada masyarakat merangkap sebagai seorang raja. Hanya saja, kemudian antara pemuka agama dan pemuka negara dipilah menjadi dikotomik sendiri sendiri. Wilayah raja sendiri dan wilayah agama sendiri. Sejak ini, sejarah “feodal” sebagaimana dipahami di Eropa mulai berlaku bagi sejarah Indonesia. Maka, tidak heran, jika kemudian kaum partai politik berhaluan kiri dan partai politik berhaluan kanan sangat menentang kehadiran feodalisme ini.

Kebumen, 1 Oktober 2022.

Tag/kata kunci: Rajapandita
Artikel sebelumnya

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

Artikel berikutnya

30 September Malam

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Belum Ada Artikel
Artikel berikutnya

30 September Malam

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply