• Terbaru
  • Populer

Ilmu Umum dan Ilmu Khusus, Sejauh Pengaruhnya

28 Mei 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Rabu, 17 Juni 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Nasional

Ilmu Umum dan Ilmu Khusus, Sejauh Pengaruhnya

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
28 Mei 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 2 menit
A A
157
VIEWS

Muncul klaim Islamisasi ilmu begitu marak dari kalangan sebagian umat Islam. Sementara, orang-orang Barat membaginya menjadi ilmu Eksakta dan Sosial. Belakangan, ditambah lagi menjadi Humaniora. Ketiga model tersebut dimasukkan lagi ke dalam ilmu-ilmu umum untuk menyebut selain ilmu-ilmu agama.

Kesadaran Epistemologi

ArtikelLainnya

Nusantara dalam Sebuah Imajinasi

13 September 2022
147

Amplop Kiai dan Korupsi

25 Agustus 2022
146

Fakta Miris Rumah Tinggal Layak Huni Shiddiqiyyah

22 Agustus 2022
141

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
162
Tampilkan Yang Lain

Imam Abu Hamid Al Ghazali (wafat 1111 Masehi) membagi ilmu menjadi dua macam, ilmu fardhu ain dan ilmu fardhu kifayah. Dikatakan fardhu, karena menuntut ilmu bagi setiap muslim hukumnya wajib. Tidak ada toleransi usia. Hanya berbeda pada aspek kewajiban menuntut ilmu tersebut. Fardhu ain ditujukan untuk ilmu-ilmu mengenal Allah, sementara fardhu kifayah ditujukan kepada ilmu-ilmu yang bisa diwakilkan kepada salah satu atau kelompok/komunitas orang.

Pembagian ilmu di kalangan umat Islam tidak serumit pembagian ilmu di Barat. Jika di kalangan umat Islam berakhir pada universalisme Islam dan lokalitas sosial, maka berbeda di Barat. Pembagian ilmu di Barat yang sering ditengara berangkat dari ilmu pasti (ilmu alam atau eksakta) ternyata masih dibayang-bayangi oleh kerumitan sosial dan problem-problem kemanusiaan yang cenderung tidak terikat pada hal-hal immateri. Dengan kata lain, persepsi mengambil peranan penting di dalam memandang ilmu itu sendiri. Bagi umat Islam, terdapat kekhususan-kekhususan ilmu yang berorientasi diri (individu) serta keumuman-keumuman pelaksanaannya. Realitas sesungguhnya bersumber dari setiap manusia sebagai subjek aktif, baik terhadap pandangan-pandangan materi maupun immateri. Sementara kalangan Barat, terdapat varian-varian yang tidak seragam, bisa bersumber dari realitas alam, realitas sosial, realitas diri, realitas fungsi, dan sebagainya.

Nilai-nilai Perspektif

Kekhususan ilmu bagi umat Islam telah menimbulkan nilai-nilai perspektif sehingga mengarah kepada konotasi dan identik. Mereka sulit keluar dari anomali-anomali subjektif. Hal ini sebenarnya bisa pula terjadi di Barat dalam bahasa dan bentuk yang lain.

Tidak ada hubungannya antara sikap berani atau tidak, suka perang atau tidak, namun nilai-nilai perspektif sangat berpengaruh.

Orang-orang Barat yang mengambil pengetahuan dari luar dirinya senantiasa memandangi sebagai objek. Baik manusia maupun materi kebendaan dipandang dan disikapi dan diperlakukan sebagai objek. Berbeda dengan umat Islam yang selalu memandang diri ke dalam sebagai subjek. Bahkan, segala bentuk di luar dirinya juga sebagai subjek. Sehingga pada praktiknya semua adalah subjek, baik subjek itu berada pada posisi di atas (superior) maupun berada pada posisi di bawah (inferior).

Pada pengaruhnya, ide-ide hegemoni dan megalomania sering muncul di Barat. Merasa lebih memiliki superioritas, karena selain diri mereka disebut objek. Sementara umat Islam sering merasa rendah diri yang parah dalam bingkai bahasa-bahasa eufimisme, penghalusan bahasa karena dianggap tabu dan terlarang. Yang pertama dan utama, mereka tidak mampu melepas subjektivitas diri.

Dalam banyak hal, orang-orang Timur pada umumnya memandang diri dan objek di luar diri adalah subjek sebagaimana gunung, laut, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan adalah subjek yang perlu diperlakukan sebagaimana mestinya sebagai subjek.

Cirebon, 28 Mei 2022.

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: Epistemologi
Artikel sebelumnya

Buya Said: Negara Islam Modern dan Budaya Nusantara

Artikel berikutnya

Buya Said: Pandangan Geopolitik Islam Nusantara

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
162

Ada sebuah kebiasaan yang salah letak keliru pasang yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang umumnya menyebut frasa 17 Agustus Hari Kemerdekaan...

Selanjutnya

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pada Haul KH Zainuddin Djazuli di Pesantren Plosomojo, Kediri, Buya Said Aqil Siroj menyebutkan potensi besar yang dimiliki oleh pesantren, berupa...

Selanjutnya

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
153

Untuk menulis lembaga pendidikan secara umum dan macam macamnya, maka ditulis menjadi "pendidikan Islam". Sementara pesantren memiliki ciri khas tersendiri dengan...

Selanjutnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
139

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
138

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
133

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Buya Said: Pandangan Geopolitik Islam Nusantara

Buya Said: A Single Majority in Culture

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply