• Terbaru
  • Populer

Nyai Hj Ruqoyyah: Sosok di Balik Kokohnya Organisasi Pesantren

30 Juli 2022
https://www.wallstreetmojo.com/welfare-state/

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022

Benteng Alam, Rumah Perlindungan Raja Raja Nusantara

12 November 2022

Menjaga Warisan Kiai dan Madrasah pun Berinovasi

31 Oktober 2022

Ketika Ritual Seks Dilakukan di Kuburan

23 Oktober 2022

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022

Menimbang Presiden dari Kalangan Santri

12 Oktober 2022

Anak Pesisir yang Menjadi Ahli Tafsir

9 Oktober 2022

30 September Malam

1 Oktober 2022

Rajapandita dan Perspektif Sejarah Nusantara

1 Oktober 2022

2024 of The Series: Jangan Kau Mengeluh

30 September 2022
Foto Koleksi Galeri MQ Tebuireng

Memahami Al Kitab, Memanusiakan Al Quran

22 September 2022

NU, Muhammadiyah, dan Restorasi Meiji (II)

19 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jateng | Net26.id
Beranda Tokoh

Nyai Hj Ruqoyyah: Sosok di Balik Kokohnya Organisasi Pesantren

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
30 Juli 2022
dalam Tokoh
| Waktu baca 2 menit
A A
168
VIEWS

Salah satu kokohnya pesantren dari resistensi perpecahan adalah kuatnya organisasi internal. Ada banyak pesantren besar yang tumbuh karena kharisma sang pendiri (muassis), kemudian terpecah menjadi bagian bagian kecil.

Tapi, tidak dengan Pesantren Tebuireng. Karena, memiliki kesadaran organisasi internal yang kuat, masing masing putera dan puteri kiai seperti memiliki kapasitas dan kapabilitas yang sama untuk mengelola pesantren yang diwariskan oleh Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari. Adapun kemudian muncul Pesantren Seblak, Pondok Pesantren Madrasatul Quran, dan Pondok Pesantren Masruriyah, karena melalui garis keturunan perempuan. Sehingga sang menantu dapat lebih leluasa berekspresi dan mengaktualisasikan diri.

ArtikelLainnya

Belum Ada Artikel
Tampilkan Yang Lain

Ibu Nyai Hj Ruqoyyah menurut cerita dijodohkan oleh Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari, karena kepincut kepada sosok KHM Yusuf Masyhar. Yusuf Masyhar muda adalah seorang santri hapal Al Quran dan menguasai banyak ilmu. Sayang rasanya, kalau tidak diambil menjadi menantu. Di samping, untuk memperkokoh pola kepemimpinan dan regenerasi di Pesantren Tebuireng, tapi yang utama adalah kecintaan Hadratussyekh kepada parapenghapal Al Quran.

KH Ahmad Baidlowi Asro (1898-1955)

Puteri KH Ahmad Baidlowi Asro asal Banyumas itu dijodohkan ketika Hadratussyekh secara tak sengaja mendengar lantunan merdu suara merdu Yusuf Masyhar muda. Hadratussyekh merasa penasaran dan memanggil, menghadap, santri asal Jenu, Tuban, itu. Setelah menghadap, lalu ditanya asal usulnya. Yusuf Masyhar muda lalu menjelaskan siapa dirinya.

Hadratussyekh yang waskita melihat jalan panjang Pesantren Tebuireng di kemudian hari. Tanpa membuang buang waktu, lalu mengumpulkan semua anggota keluarga. “Siapa di antara puteri puteriku yang belum menikah?” Semua dihitung. Tidak ada.

“Siapa di antara cucu cucu puteriku yang belum menikah?” tanya ulang Hadratussyekh.

Semua keluarga yang berkumpul saat itu saling bertukar pandang.

Singkat cerita, jatuhlah pilihan itu kepada Ruqoyyah muda dan perhelatan pernikahan pun diselenggarakan.

Nyai Hj Ruqoyyah adalah sosok yang mandiri. Ia senantiasa setia mendampingi perjuangan suaminya. Ia tidak sungkan sungkan untuk turut berdagang kecil kecilan demi menopang ekonomi keluarga, terutama ketika KHM Yusuf Masyhar mulai merintis dan mendirikan Pondok Pesantren Madrasatul Quran. Pondok pesantren Al Quran yang terletak di timur jalan Pesantren Tebuireng. Memang, pada mulanya, tanah tempat didirikan pesantren Al Quran terbesar di Indonesia itu adalah milik KH Ahmad Baidlowi.

Harus diakui, pendidikan organisasi internal, mulai dari santri santri senior yang terkumpul dalam wadah Majelis Tarbiyah wat Ta’lim (MTT) hingga organisasi santri yang berjenjang dari tingkat paling kecil dalam lingkup kamar. Satu kamar biasa diisi antara 25 sampai 30 orang santri. Dari sini, jiwa keorganisasian yang transparan, demokratis, dan bebas korupsi benar benar ditanam. Mulai dari seleksi kepemimpinan hingga pengelolaan keuangan “iuran anggota” organisasi. Santri sudah diberi pendidikan akhlak berorganisasi sejak dini.

Bagi pesantren pesantren lain, pendidikan organisasi ini sering tidak dianggap penting. Kegiatan sering dilakukan karena mengikuti kecenderungan peran putera putera kiai. Jika sang putera gemar membuat majelis misalnya, maka santri santri akan berkumpul di situ. Begitu pula, jika sang putera kiai gemar berdakwah, maka santri santri pun akan mengikuti jejaknya.

H Munawir Syadzali (Menteri Agama RI), Said Basyrawi (Duta Besar Arab Saudi), dan KHM Yusuf Masyhar

Dalam hal manajemen ini, peran keluarga Pesantren Tebuireng biasanya tidak terlalu turut campur dalam organisasi internal yang dikelola oleh parasantri itu. Mereka hanya melakukan pengawasan saja. Sehingga setiap santri yang mengepalai satu bidang kegiatan akan bertanggung jawab kepada dirinya sendiri, kepada yang dipimpin, dan kepada pengurus dan pengasuh.

Karena kegigihan Nyai Hj Ruqoyyah dalam membantu usaha usaha suaminya dan pengelola organisasi santri yang mandiri, maka tidak heran jika kemudian Sang Ibu Nyai ini tidak tahu menahu soal belanja dapur santri. Karena, sudah diurus oleh santri santri yang terpilih dalam organisasi internal santri.

Di hari hari senjanya, ketika KHM Yusuf Masyhar sudah tiada, Nyai Hj Ruqoyyah mulai membagi waktunya untuk menyimak hapalan santri santrinya. Yang kesemuanya adalah putera. Karena, Pondok Pesantren Madrasatul Quran kala itu belum membuka pesantren khusus puteri. Hal itu menjadi wiridnya hingga akhir hayat.

Artikel sebelumnya

KHA Musta’in Syafiie: Logika Pascamanthiq 

Artikel berikutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Belum Ada Artikel
Artikel berikutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jateng | Net26.id

Jateng | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply